Perempuan Mahardika Palu Sajikan Desain Zine Bertemakan IWD Pada Program Aktivasi Maret Gampiri
Regina Goldie April 01, 2026 09:09 AM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok

TRIBUNPALU.COM, PALU - Gampiri Interaksi Lestari menggelar program aktivasi Maret di Gampiri Comunal Space yang berlokasi di Jl Karajalembah, Kelurahan Birobuli Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah Selasa (31/3/2026) malam.

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi berbagai komunitas untuk menyuarakan isu sosial, budaya, dan lingkungan melalui pendekatan kreatif.

Program aktivasi tersebut dihadiri oleh sejumlah komunitas lokal yang turut berpartisipasi aktif dalam rangkaian acara.

Salah satu yang ikut terlibat adalah Perempuan Mahardika Palu, organisasi yang bergerak dalam memperjuangkan hak-hak atas perempuan.

Perwakilan Perempuan Mahardika Palu, Stevi Papuling mengatakan bahwa kehadiran mereka membawa pesan kuat terkait perjuangan perempuan dan kesetaraan gender melalui berbagai bentuk ekspresi seni.

Baca juga: 1.163 Penumpang KM Dharma Kencana V Tiba di Pelabuhan Donggala Saat Arus Balik Lebaran

Dalam penampilannya, Perempuan Mahardika Palu membawakan pembacaan puisi yang sarat makna.

Puisi tersebut menggambarkan realitas kehidupan perempuan yang masih menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan dan diskriminasi di tengah masyarakat.

Selain menampilkan karya seni, komunitas ini juga memaparkan sejarah terbentuknya International Women’s Day.

Penjelasan tersebut memberikan pemahaman kepada audiens tentang pentingnya momentum perjuangan perempuan secara global.

Mereka menekankan bahwa peringatan International Women’s Day bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan simbol perjuangan panjang perempuan dalam menuntut hak, keadilan, dan kesetaraan di berbagai bidang kehidupan.

Tidak hanya itu, mereka juga menampilkan karya berbasis zine atau media publikasi sederhana yang berisi gagasan kritis dan visual kreatif.

Zine yang ditampilkan oleh anggota Perempuan Mahardika Palu, Amertha, menjadi sarana edukasi sekaligus refleksi terhadap kondisi sosial yang dialami perempuan.

"Melalui desain zine tersebut, Perempuan Mahardika Palu menjelaskan bagaimana perempuan masih kerap diposisikan sebagai “mesin-mesin buruh” yang rentan terhadap eksploitasi. Mereka juga menyoroti bahwa perempuan masih menjadi kelompok yang paling sering menjadi korban kekerasan seksual," kata Amertha dalam penampilannya.
Perempuan Mahardika Palu Sajikan Penampilan Desain Zine Bertemakan IWD Pada Program Aktivasi Maret Gampiri Interaksi Lestari
Baca juga: Relokasi Lapak UMKM Pelabuhan Donggala Belum Dilakukan, Fahri: Tunggu Kerja Tim

Suasana kegiatan semakin hidup dengan adanya interaksi antara peserta dan penampil.

Diskusi ringan dan respons dari audiens menunjukkan bahwa isu yang diangkat berhasil menggugah kesadaran publik.

Di sisi lain, PAPPRI Sigi turut menyemarakkan kegiatan dengan menghadirkan pertunjukan musik.

Mereka membawakan lagu-lagu menggunakan bahasa lokal dari Palu dan Sigi, yang memberikan nuansa kearifan lokal dalam acara tersebut.

Penampilan musik ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya daerah.

Lirik lagu yang dibawakan mengandung pesan sosial yang relevan dengan kehidupan masyarakat setempat.

Melalui kegiatan ini, Gampiri Interaksi Lestari berharap ruang kolaborasi bagi komunitas untuk menyuarakan isu-isu penting selalu terbuka lebar.

Program aktivasi ini menjadi bukti bahwa gerakan kolektif dapat dibangun melalui seni, budaya, dan partisipasi aktif masyarakat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.