Perjalanan Ketua DPRD Morowali Herdianto Marzuki: Dari Perantau hingga Tiga Periode Mengabdi
Regina Goldie April 01, 2026 09:29 AM

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Herdianto Marzuki menapaki perjalanan panjang dalam dunia politik yang tidak direncanakan sejak awal. 

Kini, ia memasuki periode ketiga sebagai anggota DPRD Morowali dan dipercaya menjabat sebagai ketua lembaga legislatif tersebut.

Dalam agenda podcastnya bersama Tribunpalu.com.

Herdianto menceritakan, dirinya lahir di Morowali pada tahun 1980, saat wilayah itu masih menjadi bagian dari Kabupaten Poso. 

Setelah menamatkan pendidikan dasar pada 1992, ia merantau ke Makassar untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Sejak SMP sampai kuliah saya di Makassar. Bahkan sempat beraktivitas di sana cukup lama,” ujarnya.

Meski telah membangun kehidupan di kota besar, Herdianto memilih kembali ke kampung halaman pada 2013. 

Baca juga: Halal Bihalal TP-PKK Sulteng, Anwar Hafid Tekankan Konsep 4K

Keputusan itu dilandasi keinginan untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah.

“Banyak yang tanya kenapa pulang. Bagi saya sederhana, ada keinginan untuk berbuat dan bermanfaat di kampung sendiri,” katanya.

Latar belakang pendidikan agama di pesantren membentuk prinsip hidupnya.

Ia berpegang pada nilai bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.

Prinsip tersebut kemudian dipadukan dengan ilmu ekonomi yang ia pelajari di bangku kuliah.

Menurutnya, dunia politik memberikan ruang lebih luas untuk memberi manfaat dibandingkan jika hanya berkarier di sektor pribadi.

“Kalau di usaha, mungkin kita bisa sukses secara pribadi. Tapi di politik, kesempatan membantu masyarakat jauh lebih besar,” jelasnya.

Perjalanan politik Herdianto dimulai pada Pemilu 2014. 

Namun langkah awalnya tidak langsung mulus. 

Baca juga: Gappri Sigi Bawakan Musik Lokal Berjudul So te dirindu

Ia sempat gagal meraih kursi karena berada di posisi kedua di internal partai, sementara kuota kursi terbatas.

“Waktu itu saya sebenarnya tidak lolos. Tapi dalam perjalanan, akhirnya saya bisa masuk dan menjalankan amanah,” ungkapnya.

Sejak saat itu, kepercayaan masyarakat terus mengalir hingga ia kini memasuki periode ketiga di DPRD Morowali.

Terkait keberhasilannya meraih dukungan masyarakat, Herdianto mengaku tidak memiliki strategi khusus. 

Ia menekankan pendekatan yang natural dan hubungan yang telah terjalin sejak lama.

Walaupun merantau, ia rutin pulang kampung setiap tahun dan aktif berinteraksi dengan masyarakat. 

Saat masih menempuh pendidikan di pesantren, ia bahkan diwajibkan berceramah di masjid-masjid setiap kali pulang, yang semakin memperkuat kedekatannya dengan warga.

“Jadi ketika saya maju, masyarakat tidak merasa saya orang baru,” tuturnya.

Baca juga: Harga BBM Tak Naik Per 1 April 2026, Hanya Jatah Harian Pertalite dan Solar Dibatasi

Selain itu, ia juga menjaga hubungan dengan keluarga di kampung, khususnya di wilayah kepulauan, dengan cara berbagi sebagian besar rezekinya.

“Saya lebih banyak berbagi ke keluarga di kampung, karena saya tahu kondisi mereka dan keterbatasan yang ada,” katanya.

Menurutnya, sebelum dan sesudah menjadi anggota dewan, tidak ada perubahan dalam cara bersosialisasi. 

Ia tetap terbuka terhadap aspirasi, keluhan, dan masukan masyarakat.

Ia menilai, sikap tersebut tidak lepas dari didikan orang tua yang keras namun penuh makna. 

Di tengah keterbatasan fasilitas pada masa lalu, orang tuanya berani menyekolahkan anak-anaknya jauh dari kampung, bahkan komunikasi hanya melalui surat.

Kini, kedua orang tuanya masih hidup dan dalam kondisi sehat, menjadi saksi perjalanan dan pengabdiannya.

Selama tiga periode di DPRD, Herdianto mengaku banyak mengalami suka dan duka. 

Namun, pengalaman paling berkesan baginya adalah ketika dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Yang paling membahagiakan itu ketika kita bisa membantu dan melihat langsung perubahan di masyarakat,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.