Detik-detik Kapten Zulmi Aditya Iskandar Gugur saat Evakuasi Jenazah Praka Farizal di Lebanon
Arum Puspita April 01, 2026 11:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kota Cimahi, Jawa Barat. 

Prajurit terbaik TNI Angkatan Darat tersebut gugur saat menjalankan tugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan, Senin (30/3/2026).

Hingga saat ini, pihak keluarga masih menanti kepastian jadwal kepulangan jenazah almarhum ke tanah air.

Keluarga Sempat Ragu

Keluarga mengaku tidak langsung menerima kabar duka tersebut secara utuh.

Informasi awal sempat beredar sejak Senin sore, namun pihak keluarga baru mendapatkan kepastian, Selasa (31/3/2026) sore.

"Ya benar, adik kami Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar meninggal di Lebanon. Mudah-mudahan almarhum diterima di sisi Allah SWT," ungkap kakak sepupu almarhum, Risman Efendi, dikutip SURYA.CO.ID dari Kompas.com.

Risman menjelaskan, keluarga sempat ragu sebelum ada pernyataan resmi dari pihak terkait.

"Informasi kemarin sebetulnya, cuma belum berani memastikan, karena memang belum ada kepastian."

GUGUR - Ucapan bela sungkawa atas gugurnya Kapten Zulmi Aditya Iskandar di Lebanon, Senin (30/3/2026)
GUGUR - Ucapan bela sungkawa atas gugurnya Kapten Zulmi Aditya Iskandar di Lebanon, Senin (30/3/2026) (istimewa)

Baca juga: Rekam Jejak Kapten Zulmi Aditya Iskandar Perwira TNI yang Gugur di Lebanon, Mengabdi di Kopassus

"Nah tadi sekitar jam 4 sore, dapat update adik kami benar yang gugur di Lebanon," ujarnya.

Saat ini, fokus keluarga menunggu kedatangan jenazah ke Indonesia. 

"Mudah-mudahan segera bisa dipulangkan, sekarang keluarga masih menunggu kabar dari komandan kesatuan," kata Risman.

Respons Pemerintah Daerah

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian tersebut. 

"Dalam misi menjaga perdamaian dunia, bertugas berjaga di Lebanon, tiga prajurit TNI gugur."

"Atas nama masyarakat Provinsi Jawa Barat, kami menyampaikan duka yang mendalam," ujarnya.

Dedi juga mengungkapkan bahwa salah satu prajurit yang gugur berasal dari Jawa Barat, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya yang berasal dari Kota Cimahi.

Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

"Semoga seluruh keluarganya ditabahkan dan bisa melewati masa-masa sulit," kata Dedi.

Ia menegaskan bahwa pengabdian para prajurit akan tercatat dalam sejarah sebagai bagian dari upaya menjaga perdamaian dunia.

"Seluruh tugas yang ditunaikan akan menjadi catatan kebaikan dalam sejarah perdamaian dunia," tuturnya.

Selain itu, ia juga berharap konflik global yang masih berlangsung dapat segera berakhir.

"Semoga dunia segera berdamai, konflik segera berakhir," ucapnya

Kronologi Kapten Zulmi Gugur

Insiden bermula ketika Task Force Bravo (TFB) INDOBATT melaksanakan misi pengawalan logistik sekaligus menjemput jenazah prajurit TNI, Praka Farizal Romadhon, yang gugur di Lebanon.

Saat itu, pasukan TNI mengawal konvoi milik Combat Support Service Unit (CSSU) dari Spanyol yang bergerak dari sektor 7-2 menuju sektor 7-1.

Dalam rangkaian operasi tersebut, dua kendaraan TNI mengawal enam kendaraan logistik, termasuk membawa kotak jenazah untuk evakuasi almarhum Praka Farizal.

Namun, saat melintas di wilayah Bani Hayyan dan hendak berbelok, tiba-tiba terjadi ledakan yang menghantam kendaraan pertama.

Kendaraan tersebut ditumpangi Kapten Inf Zulmi Aditya bersama sejumlah personel lainnya. Ledakan itu menyebabkan kerusakan parah pada kendaraan dan mengakibatkan korban jiwa.

Akibat kejadian tersebut:

  • Kapten Inf Zulmi Aditya gugur di lokasi
  • Sertu Ikhwan turut gugur
  • Kapten Inf Sulthan dan Praka Deni mengalami luka-luka
  • Beberapa prajurit lain di kendaraan kedua juga mengalami luka

Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih diselidiki.

Sosok Kapten Zulmi Aditya

Kapten Zulmi merupakan perwira TNI AD yang memiliki rekam jejak di satuan elite Grup 2 Kopassus.

Kapten Zulmi merupakan alumnus Akademi Militer (Akmil) Magelang dengan latar belakang pendidikan Diploma IV Manajemen Pertahanan.

Sebagai prajurit Korps Baret Merah, ia dikenal memiliki disiplin tinggi dan kemampuan manajerial operasi yang mumpuni, yang membawanya dipercaya mengemban misi internasional.

Dalam penugasannya di luar negeri, Kapten Zulmi memegang posisi strategis sebagai Komandan Kompi (Danki) Task Force B pada Satgas Kontingen Garuda UNIFIL. 

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.