SRIPOKU.COM - Keragaman hayati bukan sekadar kumpulan flora dan fauna, melainkan fondasi utama bagi keseimbangan ekosistem yang menopang seluruh kehidupan di planet bumi.
Sebagai salah satu negara megadiverse terbesar, Indonesia memegang tanggung jawab global dalam menjaga kekayaan genetika dan spesies yang tidak ditemukan di belahan dunia lain.
Mempelajari persebaran flora dan fauna memungkinkan kita memahami bagaimana adaptasi evolusioner dan faktor geografis membentuk wajah alam yang begitu variatif dan memesona.
Baca juga: Ringkasan Materi dan Soal HOTS Geografi Kelas 11 SMA Materi Bab 1 Posisi Strategis Indonesia
1. Faktor yang Memengaruhi Persebaran Flora dan Fauna
2. Persebaran Bioma di Dunia
Bioma adalah ekosistem besar yang memiliki flora dan fauna khas, seperti:
3. Keragaman Hayati di Indonesia
Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah persebaran fauna berdasarkan garis khayal:
4. Konservasi Flora dan Fauna
Upaya perlindungan dilakukan melalui:
1. Perubahan iklim global menyebabkan pergeseran garis lintang zona iklim di bumi. Dampak paling logis terhadap persebaran bioma tundra di kutub utara adalah...
A. Meluasnya wilayah tundra karena suhu udara semakin stabil.
B. Tundra akan berubah menjadi bioma taiga seiring dengan kenaikan suhu rata-rata.
C. Vegetasi lumut akan tumbuh lebih lambat karena curah hujan meningkat.
D. Hewan khas tundra seperti beruang kutub akan bermigrasi ke wilayah gurun.
E. Tidak ada pengaruh signifikan karena tundra berada di wilayah yang terisolasi.
Kunci Jawaban : B. Tundra akan berubah menjadi bioma taiga seiring dengan kenaikan suhu rata-rata.
2. Fauna di wilayah Peralihan Indonesia memiliki karakteristik unik yang berbeda dengan tipe Asiatis maupun Australis. Hal ini terjadi karena...
A. Wilayah tersebut pernah menyatu dengan benua Asia dan Australia secara bergantian.
B. Isolasi geografis kepulauan di wilayah tengah mencegah percampuran spesies secara masif.
C. Curah hujan di wilayah tengah jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah barat Indonesia.
D. Adanya intervensi manusia sejak zaman purba yang membawa hewan dari luar.
E. Kondisi tanah di Sulawesi tidak mendukung pertumbuhan vegetasi hutan hujan tropis.
Kunci Jawaban : B. Isolasi geografis kepulauan di wilayah tengah mencegah percampuran spesies secara masif.
3. Di wilayah Nusa Tenggara, vegetasi yang mendominasi adalah sabana dan stepa. Jika dikaitkan dengan faktor klimatik, strategi adaptasi fauna di wilayah ini agar dapat bertahan hidup adalah...
A. Memiliki lapisan lemak yang tebal untuk menahan suhu panas.
B. Melakukan hibernasi panjang selama musim penghujan.
C. Mampu berpindah tempat dalam jarak jauh untuk mencari sumber air.
D. Memiliki warna kulit yang gelap untuk menyerap sinar matahari.
E. Hanya beraktivitas pada siang hari untuk menghindari suhu dingin malam.
Kunci Jawaban : C. Mampu berpindah tempat dalam jarak jauh untuk mencari sumber air.
4. Pembangunan jalan tol yang membelah kawasan hutan lindung seringkali menyebabkan fragmentasi habitat. Dampak jangka panjang yang paling berbahaya bagi kelestarian fauna adalah...
A. Meningkatnya jumlah populasi karena predator berkurang.
B. Terputusnya jalur migrasi dan terjadinya perkawinan sedarah (inbreeding) yang menurunkan kualitas genetik.
C. Satwa akan lebih mudah mendapatkan makanan dari sisa aktivitas manusia di jalan tol.
D. Terjadinya evolusi instan pada satwa agar bisa hidup di pinggir jalan raya.
E. Meningkatnya luas wilayah jelajah satwa karena adanya akses jalan baru.
Kunci Jawaban : B. Terputusnya jalur migrasi dan terjadinya perkawinan sedarah (inbreeding) yang menurunkan kualitas genetik.
5. Pemerintah memutuskan untuk membangun pusat rehabilitasi Orangutan di luar kawasan hutan aslinya karena hutan tersebut telah rusak parah. Metode konservasi ini disebut sebagai...
A. Konservasi In-situ karena masih berada di pulau yang sama.
B. Konservasi Ex-situ karena dilakukan di luar habitat alami asli hewan tersebut.
C. Konservasi Restorasi karena memperbaiki ekosistem yang telah hancur.
D. Konservasi Eksploitasi untuk kepentingan pariwisata daerah.
E. Konservasi Suksesi untuk mengganti spesies yang telah punah.
Kunci Jawaban : B. Konservasi Ex-situ karena dilakukan di luar habitat alami asli hewan tersebut.