Prabowo Sampaikan Duka, Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon
Tita Rumondor April 01, 2026 12:45 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB di Lebanon.

Ucapan tersebut disampaikan saat dirinya tengah melakukan kunjungan kerja ke Jepang dan Korea Selatan.

Melalui unggahan Instagram Story, Prabowo menyampaikan doa singkat sebagai bentuk penghormatan kepada para prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas negara.

Tiga prajurit yang gugur diketahui terlibat dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dan menjadi korban dalam dua insiden berbeda pada akhir Maret 2026.

Baca juga: Nama-nama Prajurit TNI Gugur di Lebanon dalam Dua Kali Serangan

Insiden pertama terjadi akibat serangan mortir yang menghantam pangkalan UNIFIL, sementara peristiwa kedua terjadi saat konvoi logistik mengalami ledakan di wilayah selatan Lebanon.

Selain korban jiwa, beberapa prajurit lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka dengan kondisi bervariasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat atas risiko besar yang dihadapi prajurit TNI dalam menjalankan tugas internasional.

Keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian dunia menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga stabilitas global.

Pemerintah pun diharapkan terus memberikan perhatian dan dukungan penuh bagi prajurit yang bertugas, termasuk memastikan perlindungan serta penanganan optimal bagi korban yang terdampak.

Baca juga: Terungkap! 4 Tipe Kepribadian Orang Lahir Bulan April, Kamu Termasuk yang Mana?

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berdukacita atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Rhomadhon, saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah,” tulis Prabowo dalam unggahan tersebut.

Diketahui, saat peristiwa terjadi pada 29 hingga 30 Maret 2026, Prabowo tengah berada di Jepang sebelum melanjutkan rangkaian kunjungan luar negerinya ke Korea Selatan pada keesokan harinya.

Berdasarkan laporan sebelumnya dari KompasTV, ketiga prajurit TNI tersebut gugur dalam dua insiden berbeda selama menjalankan tugas di bawah naungan UNIFIL.

Peristiwa pertama terjadi pada Minggu (29/3/2026), ketika pangkalan UNIFIL diserang mortir. Dalam insiden tersebut, Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur.

Tiga prajurit lainnya mengalami luka-luka, yakni Praka Rico Pramudia yang mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan yang mengalami luka ringan.

Baca juga: Breaking News! Menteri HAM Natalius Pigai Disambut Mahasiswa Gorontalo di Kampus I UNG

Sehari berselang, Senin (30/3/2026), insiden kedua terjadi saat konvoi logistik UNIFIL melintas di wilayah selatan Lebanon. Menurut Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasurllah, ledakan terjadi di tengah perjalanan konvoi tersebut.

Akibat kejadian itu, Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur.

Sementara dua prajurit lainnya, yakni Lettu Inf. Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto, dilaporkan mengalami luka-luka.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi prajurit TNI dalam menjalankan misi perdamaian dunia, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan keamanan internasional.

Nama-nama Prajurit TNI Gugur di Lebanon dalam Dua Kali Serangan


Diketahui, dua peristiwa tragis dalam waktu kurang dari 24 jam menimpa pasukan perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Tiga prajurit TNI dinyatakan gugur, sementara lima lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi pada 29 dan 30 Maret 2026.

“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi,” ujar Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026).

Peristiwa pertama terjadi di markas pasukan perdamaian Indobatt UNP 7-1 di Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan, pada Minggu (29/3/2026) pukul 20.44 waktu setempat atau Senin dini hari WIB.

Serangan tersebut mengakibatkan gugurnya Praka Farizal Rhomadhon.

Baca juga: Nama-nama Prajurit TNI Gugur di Lebanon dalam Dua Kali Serangan

Dalam insiden ini, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, sementara Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.

Belum genap sehari, insiden kedua kembali terjadi pada Senin (30/3/2026).

Kali ini, serangan terjadi saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL menjalankan tugas pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dari Mako Sektor Timur menuju markas Satgas di UNP 7-1.

Dalam perjalanan tersebut, terjadi ledakan pada kendaraan yang digunakan rombongan.

Peristiwa ini menewaskan dua prajurit, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Selain itu, dua prajurit lainnya yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto mengalami luka-luka.

"Terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan serta dua lainnya mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon," kata Aulia.

Seluruh korban luka telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit St. George, Beirut.

Adapun tiga prajurit TNI yang gugur dalam rangkaian insiden tersebut adalah:

• Praka Farizal Rhomadhon

• Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar

• Sertu Muhammad Nur Ichwan

Sementara lima prajurit yang mengalami luka terdiri dari:

• Praka Rico Pramudia

• Praka Bayu Prakoso

• Praka Arif Kurniawan

• Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana

• Praka Deni Rianto

Dua kejadian ini menggambarkan tingginya risiko yang dihadapi pasukan perdamaian Indonesia di wilayah konflik, terutama di tengah situasi keamanan yang terus memanas di Lebanon Selatan.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.