Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengaku bersyukur kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dilakukan pada Jumat, bukan Rabu.
Dengan begitu, kata dia, mengatakan aturan tersebut tidak akan bertentangan dengan Instruksi Gubernur nomor 6 tahun 2025 yang mewajibkan ASN menggunakan transportasi umum setiap Rabu.
“Tentunya saya bersyukur tidak hari Rabu. Karena kalau hari Rabu, bagi Jakarta juga akan mengalami kerepotan, karena hari transportasi umum,” jelas Pramono di Jakarta Pusat, Rabu.
Pria yang akrab disapa Pram itu pun menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menindaklanjuti keputusan pemerintah pusat terkait kebijakan tersebut.
Akan tetapi, terlebih dahulu dia akan menggelar rapat bersama jajarannya untuk membahas penerapan kebijakan itu di lingkup Pemprov DKI Jakarta secara rinci, salah satunya membahas mengenai peraturan penggunaan kendaraan pribadi selama WFH.
“Karena ini sudah menjadi keputusan pemerintah, tentunya pemerintah DKI Jakarta mengikuti itu, dan kita akan masang rambu-rambu, termasuk di dalamnya adalah penggunaan kendaraan pribadi selama work from home itu tidak diperbolehkan,” ujar Pramono.
Selain itu, sambung dia, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI juga segera membuat peraturan yang rinci agar ASN tidak menyalahgunakan kebijakan WFH tersebut.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap alasan pemilihan hari Jumat sebagai hari bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi ASN, yaitu karena aktivitas kerja cenderung relatif lebih ringan dibandingkan hari kerja lainnya.
Menurut dia, tingkat kesibukan pada hari tersebut tidak setinggi hari biasa, bahkan di sebagian besar instansi hanya berlangsung sekitar setengah dari beban kerja harian.
Di samping itu, pemilihan Jumat sebagai hari WFH juga mengikuti praktik sejumlah kementerian sebelumnya yang telah lebih dulu menerapkan pola kerja empat hari dalam sepekan dengan dukungan sistem digital, terutama pascapandemi COVID-19.
Meski demikian, Airlangga memastikan sektor pelayanan publik dan sektor strategis tetap berjalan normal seperti biasa.





