Dedi Mulyadi Puji Mantan Gubernur Jawa Barat Aher Beda Gaya Kepemimpinan dan Latar Belakang
Hilda Rubiah April 01, 2026 01:11 PM

TRIBUNJABAR.ID - Ada momen menarik saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri acara Pelantikan Pengurus DPW Persatuan Ummat Islam (PUI) Jawa Barat dan Halal bi Halal 1447 H, di Gedung Pakuan, Selasa (31/3/2026).

Dedi Mulyadi bertemu dengan mantan gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan atau akrab disapa Aher yang saat itu datang sebagai Ketua Majelis Masyayikh PUI.

Seperti diketahui Ahmad Heryawan (Aher) merupakan Gubernur Jawa Barat dua periode 2008-2018.

Beberapa kali Dedi Mulyadi menyinggung nama Ahmad Heryawan dalam pidatonya.

Dedi Mulyadi memuji Ahmad Heryawan sebagai mantan gubernur Jawa Barat yang teladan keluarga.

Baca juga: Dedi Mulyadi Kritik Tajam 4 Penyakit Warga Sunda, Ajak ‘Hudang’

“Ini ada gubernur senior, Kang Ahmad Heryawan, yang tidak lupa pada dirinya dan tidak meninggalkan jati dirinya. Partainya memang PKS, tapi kalau ditanya asal-muasal PUI, beliau adalah contohnya,” ujar Dedi Mulyadi memuji.

Secara terbuka, Dedi juga memberikan pujian sekaligus membandingkan gaya kepemimpinannya dengan mantan gubernur Jawa Barat dua periode, Ahmad Heryawan (Aher).

Dedi Mulyadi menyebut Aher sebagai sosok gubernur senior yang memiliki strategi politik sangat pintar hingga mampu memimpin Jawa Barat selama 10 tahun.

Perbedaan Latar Belakang

Saat memuji kepemimpinan Aher, Dedi Mulyadi menekankan terdapat perbedaan mendasar antara dirinya dengan Aher dalam hal latar belakang sosial dan keagamaan. 

Ia mengakui bahwa seniornya itu adalah putra santri yang memiliki penguasaan dalil Al-Quran yang sangat kuat.

Sementara dirinya sendiri hanya anak seorang petani yang modal utamanya adalah kerja nyata di lapangan

"Saya mah tidak punya dalil, tapi saya percaya Kang Aher dalil Qurannya terlihat,” ujarya.

Dedi Mulyadi tak ragu membandingkan menyebut Aher sebagai sosok pemimpin yang sempurna dan teladan bagi keluarga.

Berbeda dengan dirinya yang mengakui pernah mengalami kegagalan dalam berumah tangga meski tetap bertanggung jawab sepenuhnya kepada anak-anaknya.

Baca juga: Gebrakan Dedi Mulyadi: Rencanakan Rekrutmen Besar-besaran Tamatan SD Jadi Tenaga Teknis Lapangan

Gaya Kepemimpinan



Dedi Mulyadi juga membandingkan gaya kepimpinan Aher saat menjadi Gubernur Jawa Barat dengan dirinya.

Perbedaan kepemimpinan itu terlihat dari cara mereka mempublikasikan hasil pembangunan. 

Menurut Gubernur Jabar yang akrab disapa KDM, Aher telah berhasil membangun Jawa Barat namun tidak pernah memamerkannya karena sifat santrinya yang rendah hati.

Sebaliknya, Dedi Mulyadi mengakui bahwa dirinya lebih suka memperlihatkan segala proses dan capaian kerja melalui media sosial agar bisa ditonton dan diketahui oleh masyarakat luas. 

"Kang Aher berhasil pembangunannya tapi tidak pamer (santri tea). Kalau saya, belum berhasil saja sudah pamer, makanya dilihat oleh semua orang lewat media sosial," ungkapnya.

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi mengenang masa jabatan Aher selama 10 tahun sebagai masa yang relatif lebih mudah secara fiskal karena saat itu belum ada pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat. 

Ia juga memuji semangat "adil dan sejahtera" yang dibawa Aher, meskipun ia mencatat adanya kendala dalam keberlanjutan pembangunan ruang kelas baru di periode setelah Aher, yang kini coba ia perbaiki melalui skema beasiswa personal agar pendidikan lebih berkeadilan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.