Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Penyaluran BBM subsidi di Kota Manado , Sulawesi Utara (Sulut) berjalan normal pasca beredarnya isu kenaikan harga serta pembatasan penjualan.
Pantauan Tribunmanado.co.id, Rabu 1 April 2026 pagi hingga siang, tidak terlihat terjadi antrean panjang kendaraan, khususnya mobil di beberapa SPBU yang ada di pusat Kota Manado.
Beberapa SPBU yang dipantau yakni SPBU COCO, Jalan Pierre Tendean (Boulevard); SPBU Pertamina 74.951.18 depan Megamas dan SPBU Sario, Jalan Ahmad Yani.
Pelayanan pengisian berjalan normal.
Khususnya untuk pembelian BBM subsidi seperti Pertalite.
Di SPBU COCO Boulevard, terdapat antrean mobil namun tidak panjang.
Ini pemandangan biasa setiap pagi di SPBU yang berhadapan dengan Megamall tersebut.
Demikian pula untuk pengisian sepeda motor.
Lancar tanpa ada antrean mengular hingga ke jalan utama.
Tampak, pengisian Pertalite dilayani di empat tiga mesin dispenser. Dua untuk mobil dan satu untuk sepeda motor.
Novie (55), warga Kecamatan Wenang mengungkapkan, ia tidak terganggu dengan isu kenaikan harga BBM subsidi.
Alasannya, kalaupun harga naik tetap ia harus membelinya.
"Karena ya namanya kebutuhan bagi kami yang harus bekerja, mobile," ujar Novie.
Kata dia pula, selama ini jika Pertalite habis, mau tidak mau membeli Pertamax. Ia sendiri berharap harga BBM Subsidi tidak naik.
"Bersyukur tidak ada antrean panjang sehingga pengisian lancar, tidak mengganggu usaha kami," kata Novie.
Terkait itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa penguatan suplai dan monitoring distribusi BBM dilakukan secara berkelanjutan di seluruh wilayah operasional.
Pertamina memastikan ketersediaan BBM di wilayah Sulawesi tetap terjaga dengan baik.
"Distribusi terus berjalan dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan sehingga masyarakat dapat mengakses energi secara optimal,” ujar Lilik dalam keterangan tertulis kepada Tribunnanado.co.id, Rabu siang.