TRIBUNMANADO.CO.ID - Obor Pemuda GMIM, renungan harian Rabu 1 April 2026.
Pembacaan alkitab terdapat pada Markus 15:6-8.
Tema perenungan adalah Barabas dan Yesus.
Khotbah:
Sobat Obor, Waktu Yesus diadili dihadapan Pilatus, dihukum, diarak, disaiib dan mati, di Yerusalem sementara perayaan Paskah.
Yerusalem tiba tiba jadi sangat ramai. Orang yahudi dari berbagai tempat wajib datang ke Yerusalem untuk merayakan paskah.
Dengan banyaknya peziarah di Yerusalem, pemberontakan bisa terjadi. Tidak ada yang tahu hati manusia.
Bisa saja ada yang sementara merencanakan pemberontakan. Penjagaan harus diperketat.
Pontius Pilatus sebagai wakil kekaisaran Romawi harus bersiap setiap waktu.
Masalah sekecil apapun harus diantisipasi. Jangan ada yang memicu keributan di daerah yang rawan pemberontakan.
Inilah mengapa sehingga Pilatus lebih memilih mengikuti desakan banyak orang untuk menyalibkan Yesus ketimbang mendengar hati nuraninya.
Terlalu berbahaya membebaskan Yesus saat itu. Di sisi penfitnah Yesus mereka tahu bahwa pilatus tidak mau
mengambil risiko, Perayaan besar saat itu menjadi momentum tepat untuk mewujudkan rencana mereka menghukum Yesus dengan hukuman mati.
Bacaan kita saat ini mencatat ada kebiasaan dalam perayaan paskah, yaitu membebaskan satu orang hukuman menurut permintaan banyak orang.
Bukan karena orang itu menyesal, bertobat dan berjanji berubah. Bukan karena sudah selesai menjalani masa hukuman. Bukan atas dasar kasih.
Tapi untuk menuruti permintaan banyak orang. Ada tujuan terselubung dibalik kebiasaan ini yaitu menghindari kericuhan dan menyenangkan banyak orang.
Pilih Barabas atau Yesus? Karena hasutan imam-imam kepala, orang banyak itu memilih Barabas yang dibebaskan.
Bagaimana dengan Yesus? Orang banyak itu berteriak, salibkanlah Dia! Kejahatan apa yang telah dilakukan-Nya?
Mereka makin keras berteriak: "Salibkanlah Dia!"
Sobat obor, pilihan merupakan kepastian dalam hidup. Pilatus diperhadcipkan dengan pilihan; membebaskan Yesus atau menyalibkan Yesus? Dia punya kuasa itu.
Pilihannya Yesus yang tidak bersalah disalibkan dan Barabas yang melakukan pembunuhan dalam pemberontakan yan
dilakukannya dilepaskan.
Orang banyak itu disuruh memilih Barabas atau Yesus, semua memilih Barabas dibebaskan dan Yesus disalibkan.
Sobat obor dalam menentukan pilihan, jangan mudah terhasut, dengarkan suara hati nuranimu dan ikuti apa yang dikehendaki Tuhan. Amin.
Sumber: Obor edisi Maret 2026