Tangis Cesen Pecah Lihat Marshel Widianto Kritis Usai Operasi, Eks JKT48 Takut Kehilangan Suami
Murhan April 01, 2026 02:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Momen haru diceritakan komika Marshel Widianto ketika sang istri, Cesen, tak kuasa menahan tangis.

Ini terjadi ketika Eks JKT48 itu melihat kondisi Marshel Widianto kritis usai menjalani operasi.

Diceritakan Marshel, kondisi tersebut terjadi setelah dirinya menjalani tindakan medis operasi amandel dan sinus. 

"Katanya pas waktu gue keluar dia langsung nangis. Itu pertama kali gue melihat dia nangis. 'Kenapa kamu nangis sayang?', ya dia takut kehilangan gue," kata Marshel saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Marshel menilai sang istri merasa khawatir melihat kondisinya saat itu.

"Ini momen pertama kalinya dia melihat gue terbaring di rumah sakit dan nggak bangun-bangun setelah dari anestesi. Jadi memang dia benar-benar nangis, terus akhirnya peluk gue," lanjutnya.

Baca juga: Reaksi Ahmad Dhani Kala Aldi Taher Mau Nyanyi di Nikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Isi Chat Terungkap

Baca juga: Satu Pemicu Ressa Rossano Belum Mau Tinggal di Rumah Denada Diungkap Ibu Asuh, Mama Ratih: Bimbang

Cesen Operasi Duluan

Tak hanya itu, Marshel juga mengungkap hal lain yang cukup menyentuh. Sebelum dirinya jatuh sakit, Cesen lebih dulu menjalani operasi tulang belakang.

Kondisi tersebut membuat mereka harus bergantian dirawat dan menghabiskan waktu cukup lama di rumah sakit.

"Dua bulan kita full di rumah sakit. Habis dari istri saya, baru habis itu saya. Benar-benar sama sekali nggak keluar dari rumah sakit, di rumah sakit terus," tandas Marshel.

Sempat Tak Bisa Bernapas

Sebelumnya, komika Marshel Widianto mengungkapkan pengalaman menegangkan terkait kondisi kesehatannya. 

Ia mengaku sempat mengalami komplikasi serius akibat penyakit yang dideritanya hingga harus menjalani operasi besar.

Marshel menjelaskan, kondisi tersebut bermula saat asam lambungnya naik. 

Namun, kondisi itu diperparah oleh amandel yang sudah membengkak, sehingga menghambat jalur pernapasan melalui mulut.

Di saat yang bersamaan, sinus yang dideritanya juga membuat hidungnya tersumbat.

“Bingung mau napas lewat mana, lewat mulut nggak bisa, lewat hidung juga nggak bisa. Jadi akhirnya sempat panik, terus akhirnya sempat agak minggir dulu, nenangin diri, habis itu langsung ke rumah sakit,” ujar Marshel Widianto di kawasan Tendean, Mampang, Jakarta Selatan belum lama ini.

Kondisi tersebut membuat Marshel merasa sangat terancam. Ia bahkan menyebut situasi yang dialaminya nyaris membahayakan nyawanya.

“Sunat gue telat, amandel gue telat. Hampir, gua hampir lewat ternyata, balik lagi ke bumi akhirnya,” katanya.

Operasi 5 Jam

Akibat komplikasi tersebut, Marshel harus menjalani operasi selama lima jam untuk menangani amandel dan sinusnya.

Di sisi lain, Marshel mengaku baru menyadari bahwa dirinya mengidap sinus cukup parah.

Ia menyebut, kondisi itu kerap menimbulkan rasa sakit hebat, terutama saat berada di dalam pesawat.

“Kalau sinusnya, gue tahunya udah agak lama karena ya kalau naik pesawat kita sakit tuh di sekitar sini sama sini. Jadi memang benar-benar sakitnya minta ampun gitu sampai bikin migrain,” lanjutnya.

Kini, kondisi Marshel berangsur membaik setelah menjalani operasi. Ia mengaku sudah bisa bernapas dengan lebih lega dan kualitas tidurnya pun meningkat.

“Sekarang udah enak banget. Secara napas udah enak banget, secara tidur udah nggak ngorok sekarang,” pungkasnya.

Apa Itu Radang Amandel dan Penyebabnya?

Amandel merupakan dua kelenjar getah bening yang terletak di setiap sisi belakang tenggorokan.

Amandel berfungsi sebagai mekanisme pertahanan dan membantu tubuh mencegah infeksi.

Saat amandel terinfeksi, kondisi ini disebut tonsilitis atau radang amandel.

Radang amandel atau tonsilitis dapat terjadi di semua kelompok usia.

Menurut laman WebMD, terdapat tiga jenis tonsilitis (radang amandel) yaitu akut, kronis, dan berulang, dengan penjelasan sebagai berikut:

  •     Tonsilitis akut biasanya gejala berlangsung 3 atau 4 hari, tapi dapat bertahan hingga 2 minggu
  •     Tonsilitis kronis terjadi saat terjadi infeksi amandel jangka panjang
  •     Tonsilitis berulang terjadi saat seseorang mendapatkan tonsilitis beberapa kali dalam setahun.

Gejala radang amandel (tonsilitis)

Gejala dari radang amandel atau tonsilitis meliputi sakit tenggorokan, amandel membengkak, dan demam.

Tonsilitis mudah didiagnosis dan biasanya gejala akan hilang dalam 7-10 hari.

Dituliskan NHS, berikut beberapa kemungkinan gejala radang amandel (tonsilitis):

  •     Tenggorokan sangat sakit
  •     Kesulitan atau sakit saat menelan
  •     Suara parau
  •     Bau mulut
  •     Demam
  •     Panas dingin
  •     Sakit telinga
  •     Sakit perut
  •     Sakit kepala
  •     Leher kaku
  •     Nyeri rahan dan leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening
  •     Amandel memerah dan membengkak
  •     Amandel mempunyai bintik-bintik putih atau kuning

Jika gejala berlangsung sekitar 10 hari atau kurang, ini dianggap tonsilitis akut.

Sementara apabila gejala berlangsung lebih lama atau muncul kembali beberapa kali dalam setahun, maka kemungkinan tonsilitis kronis atau berulang.

Tonsilitis akut dapat membaik dengan perawatan di rumah, tapi dalam beberapa kasus mungkin membutuhkan perawatan lain seperti antibiotik.

Tonsilitis kronis dapat menyebabkan batu amandel, keadaan sel-sel mati, air liur, dan makanan menumpuk di celah-celah amandel, yang pada akhirnya bisa mengeras dan menjadi batu-batu kecil.

Kondisi ini kemungkinan perlu mendapatkan perawatan medis, diangkat dengan operasi amandel.

Penyebab infeksi amandel

Melansir Healthline, amandel merupakan garis pertahanan pertama melawan penyakit. Ini akan menghasilkan sel darah putih yang membantu tubuh melawan infeksi.

Amandel memerangi bakteri dan virus yang masuk ke tubuh melalui mulut dan hidung. Tapi, amandel juga rentan terhadap infeksi dari virus dan bakteri.

Radang amandel atau tonsilitis dapat disebabkan oleh virus seperti flu biasa atau infeksi bakteri seperti radang tenggorokan.

    Tonsilitis virus

Virus menjadi penyebab paling umum dari tonsilitis.

Virus yang menyebabkan flu biasa sering menjadi sumber radang amandel, tapi virus lain juga dapat menyebabkannya, termasuk rinovirus, virus epstein-barr, hepatitis A, dan HIV.

    Tonsilitis bakteri

Kasus tonsilitis bakteri paling sering disebabkan oleh bakteri strep, yang menyebabkan radang tenggorokan.

Tonsilitis bakteri lebih sering terjadi di anak-anak antara usia 5-15 tahun.

Perawatan radang amandel

Mayoclinic menuliskan, penderita harus segera menemui dokter jika mengalami gejala-gejala sebagai berikut:

  •     Demam lebih dari 39,5 derajat celsius
  •     Kelemahan otot
  •     Leher kaku
  •     Sakit tenggorokan tidak hilang dalam 24-48 jam
  •     Kesulitan menelan

Dalam kasus yang jarang terjadi, tonsilitis dapat menyebakan tenggorokan membengkak sehingga menyebabkan kesulitan bernapas.

Jika mengalaminya, maka penderita harus segera mencari pertolongan medis.

Sementara itu, penderita tonsilitis kronis, berulang, atau kasus yang menyebabkan komplikasi, direkomendasikan melakukan pembedahan pengangkatan amandel atau tonsilektomi.

Beberapa perawatan yang bisa dilakukan di rumah untuk meredakan sakit tenggorokan akibat radang amandel, seperti

  •     Minum banyak cairan
  •     Perbanyak istirahat
  •     Berkumur dengan air garam hangat beberapa kali sehari
  •     Gunakan pelega tenggorokan
  •     Mengonsumsi makanan beku
  •     Gunakan pelembab udara
  •     Menghindari asap
  •     Minum acetaminophen atau ibuprofen untuk mengurangi sakit dan peradangan

Pencegahan terbaik yang dapat dilakukan dengan mempraktikkan kebersihan, seperti sering mencuci tangan, menghindari berbagi makanan, gelas minum, botol air, atau peralatan makanan, hingga mengganti sikat gigi setelah didiagnosis menderita tonsilitis.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.