Begini Kronologi Kebakaran di Pantai Amal Tarakan, Rudy: Hampir Seluruh Badan Istri Mualim Terbakar
Junisah April 01, 2026 03:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN –Kronologi kebakaran rumah yang terjadi di Pantai Amal, Tarakan Kalimantan Utara sekitar pukul 10.00 Wita hari ini, Rabu (1/4/2026) menyebabkan pasangan suami istri (pasturi) dan anak mereka alami luka bakar dan dilarikan ke RSUD dr H Jusuf SK diceritakan Ketua RT 14 Pantai Amal, Rudy.

Ketua RT 14 Pantai Amal, Rudy, mengungkapkan dirinya pertama kali mendapatkan informasi dari  warga yang menyebutkan terjadi kebakaran di kawasan pesisir Pantai Amal.

“Saya dengar informasi ada kebakaran di Pantai Amal, makanya saya langsung ke sana. Tapi saat saya tiba, api sudah padam dan kondisi rumah sudah rata,” ujar Rudy.

Dari informasi yang dihimpun di lokasi, korban diketahui merupakan pasutri  di mana sang suami bernama Mualim atau dikenal Bapak Fajri. "Nama istrinya saya lupa," ucap Rudy.

Baca juga: Tiba di RSUD Jusuf SK Tarakan, Istri Mualim yang Alami Luka Bakar Pasca Kebakaran Teriak Kesakitan

Rudy mengatakan, kondisi korban cukup memprihatinkan, terutama sang istri yang mengalami luka bakar serius di hampir seluruh tubuhnya.

“Kalau istrinya itu parah, karena hampir seluruh badan terbakar. Suaminya juga kena luka bakar,” ujarnya, 

Selain pasutri tersebut, anak perempuan mereka juga turut menjadi korban dengan mengalami luka bakar di bagian lengan informasinya dan bagian kaki.

Berdasarkan keterangan warga, saat kejadian kebakaran terjadi, korban diduga sedang tertidur di dalam rumah.

“Ada informasi dari warga, mereka itu lagi tidur saat kejadian sekitar jam 10-an. Tapi ini belum valid masih mau dikonfirmasi,” jelasnya.

Baca juga: Breaking News Satu Rumah Hangus Terbakar di Pantai Amal Tarakan, Pasutri dan Anak Alami Luka Bakar 

Saat api mulai membesar, korban berusaha menyelamatkan diri. Sang istri disebut sempat dibantu oleh anaknya untuk keluar dari rumah dalam kondisi sudah terbakar.

“Kalau istrinya itu dibantu sama anaknya keluar,” katanya.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya memadamkan api secara manual. Namun, besarnya kobaran api serta keterbatasan air membuat upaya pemadaman tidak maksimal.

“Kami semua turun bantu padamkan, tapi tidak mampu karena air juga kurang dan apinya terlalu besar,” tutur Rudy.

Kendala akses jalan menuju lokasi juga menjadi hambatan dalam penanganan kebakaran. Rudy menyebut kendaraan pemadam kebakaran sulit menjangkau lokasi karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan dilalui mobil.

“Jalannya tidak bisa dilalui mobil, jadi sulit menjangkau lokasi,” tambahnya.

Akibat kejadian tersebut, rumah korban yang berbahan kayu dilaporkan ludes terbakar tanpa menyisakan barang yang bisa diselamatkan.

UGD RSUD JUSUF SK- Mobil ambulans Call Center 112 Pemkot Tarakan tiba di UGD RSUD dr.H.Jusuf SK. Tampak korban langsung diturunkan dan dibawa ke ruang penanganan, Rabu (1/4/2026).
UGD RSUD JUSUF SK- Mobil ambulans Call Center 112 Pemkot Tarakan tiba di UGD RSUD dr.H.Jusuf SK. Tampak korban langsung diturunkan dan dibawa ke ruang penanganan, Rabu (1/4/2026). (TribunKaltara.com/Andi Pausiah)

“Rumahnya habis semua, rata. Tidak ada barang yang sempat diselamatkan,” ucapnya.

Diketahui, korban sehari-hari bekerja sebagai petani rumput laut, sementara sang istri juga berjualan bahan campuran dari rumah.

Terkait penyebab kebakaran, hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Tidak ada laporan awal mengenai adanya ledakan maupun sumber api.

“Belum ada informasi soal penyebabnya,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan bahwa  lokasi kejadian berada di wilayah perbatasan antara RT 14 Kelurahan Pantai Amal dan RT 9 Kelurahan Kampung Satu.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.