TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejumlah masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Sulawesi Utara menggelar aksi demonstrasi damai di Kantor Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (1/4/2026).
Kantor Gubernur Sulut terletak di Jalan 17 Agustus Nomor 69, Teling Atas, Kecamatan Wanea, Kota Manado.
Massa aksi terdiri dari berbagai organisasi masyarakat, di antaranya Laskar Merah Putih, Laskar Anti Korupsi, Waraney, Garputala, hingga Generasi Bela Pancasila.
Dalam aksinya, mereka membawa tema “Aspirasi Rakyat Terkait Keadilan Pembangunan dan Kebijakan Publik di Provinsi Sulawesi Utara”.
Kedatangan massa aksi ini bertujuan untuk bertemu langsung dengan Gubernur Sulut, Yulius Selvanus Komaling (YSK), guna menyampaikan berbagai persoalan yang dinilai masih menjadi keluhan masyarakat di sejumlah daerah.
Adapun tuntutan yang disampaikan di antaranya meminta agar Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dapat melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama.
Selain itu, mereka juga menyoroti persoalan ketersediaan air bersih di Desa Lota, Kecamatan Pineleng, masalah sengketa tanah di Pandu, serta kondisi jalan rusak di wilayah Bolaang Mongondow (Bolmong).
Salah satu perwakilan massa aksi dalam orasinya menyampaikan harapan agar pemerintah provinsi lebih memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat.
"Kami datang dengan cara damai untuk menyampaikan aspirasi. Kami berharap pemerintah, khususnya Gubernur Sulut, dapat mendengar dan menindaklanjuti keluhan kami. Mulai dari persoalan WPR, air bersih di Lota, hingga jalan rusak di Bolmong yang sangat mengganggu aktivitas warga,” ujar perwakilan pendemo.
Ia juga menegaskan bahwa keadilan pembangunan harus dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat di Sulawesi Utara, bukan hanya di wilayah tertentu saja.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan, dan massa berharap adanya respons langsung dari pemerintah provinsi atas aspirasi yang mereka sampaikan.
(TribunManado.co.id/Ren)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK