Pengendalian Hama Tikus di Ngada NTT Berhasil, Produksi Jagung Meningkat
Hilarius Ninu April 01, 2026 03:41 PM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan berhasil mengendalikan serangan hama tikus pada tanaman jagung yang terjadi secara sporadis di tiga kecamatan sepanjang Maret 2026.

Tiga wilayah yang terdampak yakni Kecamatan Golewa Barat, Kecamatan Soa, dan Kecamatan Riung.

Langkah cepat dilakukan melalui petugas lapangan dengan penanganan intensif menggunakan obat pembasmi hama. Upaya ini dinilai efektif menekan penyebaran hama dan mencegah kerugian petani yang lebih luas.

“Satu bulan belakangan tiga wilayah yang terserang hama tikus antara lain Golewa Barat, Soa, dan Riung. Kita sudah mengatasinya dengan menggunakan obat,” ungkap Sekretaris Dinas Pertanian Ngada, Antonius Padua Ngea, kepada TRIBUNFLORES.COM, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Bencana di Goreng Meni, Pemkab Manggarai Timur Bantu Uang Tunai Untuk 15 KK

 

 

Sementara itu, tanaman padi di Kabupaten Ngada hingga saat ini masih terpantau aman dari serangan hama tikus. Meski demikian, pihak dinas tetap melakukan pengawasan ketat melalui petugas di lapangan guna mengantisipasi potensi serangan.

Antonius juga menyebutkan, capaian sektor pertanian khususnya komoditas jagung di Kabupaten Ngada pada tahun 2025 menunjukkan tren peningkatan.

Kontribusi produksi terbesar berasal dari Kecamatan Riung dengan total produksi mencapai 3.855 ton dari luas panen 1.542 hektare. Disusul Kecamatan Soa dengan produksi 2.159 ton dari luas panen 770,95 hektare.

Secara keseluruhan, total produksi jagung di Kabupaten Ngada pada musim panen 2025 mencapai 10.567 ton yang tersebar di 12 kecamatan.

Di sektor hortikultura, pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan produktivitas petani melalui berbagai program bantuan.

“Khusus hortikultura, pada triwulan pertama ini kami telah menyalurkan paket bantuan bibit kepada kelompok tani,” jelas Antonius.

Selain itu, dinas juga memberikan bantuan alat pengolahan lahan seperti traktor bagi kelompok tani yang mengalami kendala dalam pengolahan lahan.

Tak hanya itu, bantuan infrastruktur pendukung seperti penampung air juga telah disalurkan guna mendukung keberlanjutan pertanian di tengah tantangan cuaca.

Di sisi lain, pengembangan komoditas kelapa juga tengah digencarkan. Tahapan awal berupa penetapan Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) telah dilakukan pada 2025.

Memasuki awal 2026, program dilanjutkan dengan pembagian bibit kelapa genjah kepada petani. Sementara untuk pengembangan kelapa dalam, Pemerintah Kabupaten Ngada bekerja sama dengan Kementerian Pertanian tengah melakukan pembibitan di lahan seluas kurang lebih 8 hektare di Kecamatan Bajawa Utara.

“Calon petani dan calon lahan sudah siap. Jika bibit sudah tersedia, akan segera didistribusikan kepada masyarakat. Targetnya, pada Oktober hingga November sudah mulai dilakukan pendropingan,” pungkasnya.(Cha).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.