Faktor-faktor Pemicu Harga Minyak Dunia Meroket, Perang Iran vs AS-Israel Jadi Biang Kerok Utama
Eri Ariyanto April 01, 2026 03:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas seiring meningkatnya konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, yang langsung mengguncang stabilitas pasar energi global.

Situasi ini memicu kekhawatiran besar akan terganggunya pasokan minyak dunia, terutama dari kawasan yang selama ini menjadi pemasok utama energi internasional.

Jalur distribusi vital seperti Selat Hormuz menjadi sorotan karena berpotensi mengalami gangguan akibat eskalasi militer yang terus berkembang.

Ketidakpastian ini membuat para pelaku pasar bereaksi cepat dengan meningkatkan pembelian minyak sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kelangkaan.

Akibatnya, harga minyak mentah di pasar global terdorong naik secara signifikan dalam waktu relatif singkat.

Lonjakan ini juga dipicu oleh meningkatnya premi risiko geopolitik yang membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Di sisi lain, kekhawatiran akan meluasnya konflik memperbesar spekulasi bahwa pasokan minyak bisa semakin terbatas dalam waktu dekat.

Kondisi ini menjadikan perang Iran vs AS-Israel sebagai salah satu pemicu utama melonjaknya harga minyak dunia saat ini.

Baca juga: AS Kerahkan Pasukan Elite ke Timur Tengah, Susul Ribuan Marinir Dekati Iran, Sinyal Invasi Darat?

Seperti diketahui, penutupan jalur perdagangan Selat Hormuz oleh Iran meningkatkan biaya pengiriman bahan bakar dan barang di seluruh dunia.

Akibatnya, harga minyak dunia naik karena penurunan kapasitas, disebabkan kapal-kapal tidak bisa melewati Selat Hormuz.

Kondisi ini memaksa kapal-kapal lain mengambil rute alternatif yang panjang dan memakan biaya mahal untuk menghindari selat tersebut.

Berikut adalah lima indikator data tentang bagaimana krisis akibat perang Iran meningkatkan biaya pengiriman minyak, dikutip dari AFP, Selasa (31/3/2026):

1. Biaya sewa kapal tanker naik

Biaya sewa kapal tanker minyak meningkat pesat setelah pasukan AS dan Israel mulai menyerang Iran pada 28 Februari 2026.

Menurut tim riset maritim Clarksons, untuk kapal tanker minyak mentah besar kelas Suezmax, rata-rata biaya sewa meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi lebih dari 330.000 dollar AS per hari.

Untuk kapal pengangkut gas alam cair (LNG) pada rute referensi AS ke Jepang, biayanya juga meningkat tiga kali lipat dalam periode tersebut menjadi 90.000 dollar AS per hari.

PERANG IRAN AS - Ilustrasi Selat Hormuz.
PERANG IRAN AS - Ilustrasi Selat Hormuz. (Dok./Wikimedia Commons)

2. Meningkatnya biaya pengiriman minyak

Biaya pengiriman minyak secara keseluruhan ikut melonjak setelah perang Iran pecah, yang hampir mencapai tiga kali lipat.

Dari 46 dollar AS per metrik ton pada akhir Februari, biaya pengiriman minyak mentah dari Teluk ke China dengan kapal tanker kelas VLCC raksasa naik hampir tiga kali lipat dalam beberapa hari, kemudian turun menjadi sekitar 64 dollar AS pada akhir Maret.

Peter Norfolk, seorang spesialis penetapan harga pengiriman di Platts (bagian dari S&P Global Energy) mengatakan hampir tidak ada pemuatan yang terjadi saat ini.

Padahal sebelumnya, sekitar seperlima dari minyak mentah dan gas alam cair global melewati selat tersebut.

3. Biaya kontainer naik hingga 25 persen

Harga referensi spot untuk pengiriman kontainer ukuran 40 kaki (12 meter) naik 20 hingga 25 persen pada rute utama dari Timur Jauh ke Eropa dan Pantai Barat AS, yakni mencapai 2.200-2.700 dollar AS.

"Biaya tambahan perang telah menyebabkan tarif dari Timur Jauh ke Teluk Timur Tengah dan Laut Merah melonjak hampir 200 persen," menurut laporan perusahaan konsultan Maritime Services International.

4. Lonjakan harga bahan bakar kapal

Naiknya harga minyak dunia juga dipengaruhi oleh lonjakan harga bahan bakar kapal setelah perang di Timur Tengah pecah.

Harga bahan bakar kapal hampir berlipat ganda dan mencapai puncaknya di angka 1.053 dollar AS per metrik ton pada 20 Maret 2026.

Angkanya mencapai lebih dari 936 dollar AS pada 31 Maret, naik dari sekitar 540 dollar AS pada malam menjelang perang, menurut data pasar dari platform keuangan Factset.

5. Biaya premi asuransi

Asuransi risiko perang dapat mencapai puluhan juta dollar untuk sekali perjalanan melalui Selat Hormuz, dengan kapal dan kargo bernilai ratusan juta dollar.

David Smith, kepala divisi kelautan di perusahaan pialang asuransi spesialis McGill, memperkirakan bahwa premi berfluktuasi antara 3,5 hingga 10 persen dari nilai kapal.

(Tribunnewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.