TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE – Universitas Terbuka (UT) Majene dan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) berkolaborasi dalam program “Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) National Equity Tahun 2026" di Aula Kantor Desa Palipi Soreang, Kabupaten Majene, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan untuk modernisasi usaha peternakan rakyat, melalui penguatan kelembagaan lokal.
Baca juga: Massa Nakes dan GMNI Sampaikan 3 Tuntutan Saat Unras di Mateng
Baca juga: Suplai Harian di SPBU Bulu Cindolo Pasangkayu Lancar 16 Ton Pertalite 8 Ton Solar Tak Ada Antrean
Program yang mengangkat tema “Pengembangan Usaha Peternakan Rakyat Melalui Sinergi BUMDES Sopi Sejahtera untuk Kemandirian Ekonomi Desa Palipi Soreang” dihadiri langsung oleh Direktur UT Majene, Devi Ayuni, S.E., M.Si.
Kedatangan rombongan akademisi ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh Kepala Desa Palipi Soreang, Wardin Wahid, S.H., beserta puluhan anggota kelompok tani ternak setempat.
PKM National Equity merupakan program prestisius yang didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti).
Fokus utama program ini adalah hilirisasi keilmuan dosen langsung ke tengah masyarakat.
Menariknya, program ini tidak hanya menyasar aspek ekonomi, tetapi juga memberikan ruang bagi edukasi keluarga guna membangun ketahanan ekonomi dari unit terkecil.
Dr. Syahrinullah, S.E., M.M., Ketua Pelaksana sekaligus Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi, dan Ujian UT Majene, menekankan pentingnya kerja sama multidisiplin.
Dalam pelaksanaannya, UT Majene berkolaborasi dengan Irmayanti, S.IP., M.Si., dosen dari Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar).
Kehadiran pakar dari Unsulbar diharapkan mampu memberikan penguatan teknis yang lebih mendalam bagi para peternak.
"Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan BUMDES Sopi Sejahtera adalah kunci untuk menciptakan manajemen peternakan yang profesional dan memiliki daya saing pasar," jelas Dr. Syahrinullah dalam paparannya.
Kehadiran program ini memberikan harapan besar, terutama bagi para peternak milenial yang berlatar belakang pendidikan sarjana peternakan di Desa Palipi Soreang.
Mereka menilai sentuhan akademisi dan keterlibatan BUMDES akan memecahkan kebuntuan masalah modal dan akses pasar yang selama ini dihadapi.
Harun, yang merupakan Ketua salah satu Kelompok Tani Ternak di wilayah tersebut, menyambut hangat inisiatif ini sebagai langkah konkret kemajuan desa.
Ia menegaskan bahwa pendampingan dari kalangan akademisi adalah jawaban atas kendala tata kelola yang dialami warga selama ini.
"Kami sangat bersyukur dengan kehadiran program PKM National Equity ini. Kerja sama dengan UT Majene dan Unsulbar membuka jalan bagi kami untuk melepaskan cara-cara lama yang kurang produktif. Dengan bimbingan mereka dan dukungan BUMDES, kami optimistis kelompok tani ternak di Desa Palipi Soreang bisa naik kelas dan menjadi lebih sejahtera," ujarnya.
Menutup kegiatan, Direktur UT Majene Devi Ayuni menyampaikan optimisme bahwa Desa Palipi Soreang akan bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis peternakan di wilayah Majene. (*)