TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Seorang pria berusia 51 tahun asal Lombok Timur ditemukan tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan di sebuah homestay di kawasan Suranadi, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Senin (30/3/2026).
Kasus ini kini dalam penanganan Satreskrim Polresta Mataram.
Peristiwa tersebut terungkap setelah pihak kepolisian menerima laporan dari Puskesmas Kopang terkait seorang pria yang meninggal dunia dalam kondisi mencurigakan.
Hasil koordinasi dengan Polsek Narmada mengungkap bahwa kejadian bermula di wilayah Suranadi.
Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma Yulia Putra menyampaikan telah mengamankan sejumlah orang terkait isiden tersebut.
“Sejauh ini, kami telah mengamankan sembilan orang yang berstatus sebagai terduga maupun saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).
Dari hasil penyelidikan awal, korban diketahui sebelumnya membuat janji bertemu dengan seorang perempuan berusia 17 tahun asal Kecamatan Kopang, Lombok Tengah. Keduanya kemudian masuk ke salah satu kamar homestay di kawasan Suranadi.
Baca juga: Motif Penganiayaan WNA Rusia di Mataram Terkait Perselisihan Jasa Perbaikan AC
Namun, situasi berubah drastis hanya dalam hitungan menit. Sekelompok orang yang terdiri dari laki-laki dan beberapa perempuan tiba-tiba datang dan mendobrak pintu kamar tersebut.
“Setelah pintu didobrak, diduga terjadi aksi pengeroyokan terhadap korban di dalam kamar,” jelas Dharma.
Tidak berhenti di lokasi, korban yang sudah dalam kondisi lemah kemudian dibawa menggunakan mobil menuju arah Lombok Timur. Dalam perjalanan, korban yang sempat meronta dalam kondisi terikat diduga ditutup menggunakan terpal oleh para pelaku.
Setibanya di Puskesmas Kopang, korban diturunkan dengan tujuan mendapatkan penanganan medis. Namun saat ikatan dilepas, korban diketahui sudah meninggal dunia.
“Di Puskesmas itulah diketahui korban telah meninggal dunia, dan pihak medis langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kopang,” terang AKP I Made Dharma.
Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif di balik peristiwa tersebut, termasuk menelusuri peran masing-masing pihak yang telah diamankan.
Sementara itu, jenazah korban telah dilakukan autopsi di RS Bhayangkara guna memastikan penyebab pasti kematian. Polisi memastikan proses hukum akan berjalan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
(*)