Anggaran Pembangunan dan Rehab Gedung Pemerintahan di Kota Serang Seret, Butuh Rp15 Miliar
Abdul Rosid April 01, 2026 06:02 PM

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Anggaran pembangunan dan rehabilitasi gedung pemerintahan di Kota Serang pada tahun 2026 masih tergolong terbatas. 

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang saat ini hanya menyiapkan sekitar Rp8 miliar, sementara kebutuhan ideal diperkirakan mencapai hingga Rp15 miliar.

Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kota Serang, Dadan Priatna, menyampaikan anggaran tersebut difokuskan pada sejumlah proyek prioritas, mulai dari pembangunan kantor kecamatan hingga rehabilitasi gedung yang telah mengalami kerusakan.

Baca juga: WFH ASN Segera Diterapkan di Serang, Wakil Bupati Najib Beberkan Arahan Gubernur Banten

“Total anggaran pembangunan sekitar Rp8 miliar. Itu untuk beberapa kegiatan utama, termasuk pembangunan Kecamatan Taktakan dan rehabilitasi Kecamatan Curug,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Ia merinci, pembangunan Kantor Kecamatan Taktakan menjadi alokasi terbesar dengan nilai sekitar Rp4 miliar.

Sementara itu, rehabilitasi Kantor Kecamatan Curug dialokasikan sekitar Rp400 juta.

Selain itu, pembangunan Kantor Kelurahan Serang direncanakan dengan anggaran sekitar Rp300 juta.

Pembangunan Gedung Sekretariat Daerah (Setda) juga masuk dalam program dengan alokasi sekitar Rp2,3 miliar.

Dadan menambahkan selain untuk pembangunan, pihaknya juga mengalokasikan anggaran pemeliharaan sekitar Rp2,5 miliar.

Anggaran tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kantor kelurahan, tetapi juga mencakup berbagai fasilitas lain seperti posyandu, puskesmas, serta bangunan pemerintah lainnya.

“Permintaan pemeliharaan cukup banyak. Proposal yang masuk tidak hanya dari kelurahan, tetapi juga dari berbagai fasilitas lain. Jadi harus disesuaikan dengan kondisi dan prioritas,” jelasnya.

Menurutnya, penentuan prioritas dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan bangunan di lapangan.

Gedung dengan kondisi rusak berat atau berpotensi membahayakan akan menjadi prioritas utama untuk diperbaiki.

“Kalau ada bangunan yang rusak berat atau ambruk, itu pasti menjadi prioritas utama setelah dilakukan pengecekan,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengakui anggaran yang tersedia masih belum mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan dan pemeliharaan gedung di Kota Serang.

Secara keseluruhan, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp10 hingga Rp15 miliar.

“Kebutuhan idealnya memang lebih besar, karena masih banyak gedung pemerintah yang perlu diperbaiki maupun dipelihara,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.