Kabar Perang Iran vs Amerika, Dahsyatnya Ledakan di Israel Guncang Tel Aviv Efek Serangan Rudal
Nia Kurniawan April 01, 2026 07:05 PM

TRIBUNKALTENG.COM - UPDATE Perang Iran vs Amerika, Angkatan bersenjata Iran meluncurkan serangan rudal beruntun ke wilayah Israel.

Sirene peringatan serangan udara berbunyi di berbagai wilayah, termasuk di sekitar pangkalan udara Tel Nof dan Palmachim, selatan Tel Aviv.

Baca juga: Harga BBM Meroket Buntut Ulah Donald Trump di AS, Dampak Perang Iran vs Amerika Kini Rp68 Ribu

Serangan ini disebut berlangsung terkoordinasi, dengan Iran meluncurkan rudal sementara kelompok Hizbullah turut menyerang menggunakan drone dari arah Lebanon.

Di tengah eskalasi ini, Kementerian Kesehatan Israel melaporkan bahwa 118 orang dirawat di rumah sakit hanya dalam satu hari terakhir.

Secara keseluruhan, jumlah korban luka sejak awal konflik pada 28 Februari telah mencapai 6.638 orang.

Sementara itu, total korban luka sejak 7 Oktober 2023 tercatat mencapai 82.956 orang

Ya, di mana gelombang keempat terjadi dalam waktu kurang dari dua jam, menurut laporan televisi pemerintah Iran.

Serangan ini menandai peningkatan signifikan dalam eskalasi konflik yang tengah berlangsung di kawasan.

Media Israel melaporkan bahwa sedikitnya 17 lokasi di Tel Aviv dan sekitarnya mengalami kerusakan akibat hantaman rudal.

Di kota Bnei Brak, 14 orang dilaporkan terluka akibat pecahan proyektil, termasuk satu korban dalam kondisi serius, mengutip Al Mayadeen, Rabu (1/4/2026).

Selain itu, sebuah fragmen rudal juga dilaporkan jatuh di kawasan Gush Dan, memicu ledakan besar yang terdengar di berbagai penjuru Tel Aviv.

Israel Mundur dari Operasi Darat

Pemerintah Israel dilaporkan tidak akan terlibat dalam operasi darat apa pun yang mungkin dilakukan AS di Iran, di tengah meningkatnya spekulasi mengenai potensi perluasan konflik di Timur Tengah.

Laporan itu mencuat usai media Israel, Channel 12, menyebutkan bahwa jika Washington memutuskan melancarkan serangan darat ke Iran, maka pasukan Israel tidak akan berpartisipasi langsung di medan tempur.

Sikap ini mengindikasikan bahwa Israel akan menyerahkan sepenuhnya operasi darat kepada militer Amerika Serikat.

Keputusan pemerintah Israel untuk tidak terlibat dalam operasi darat Amerika Serikat di Iran didasari sejumlah pertimbangan strategis dan militer, di tengah meningkatnya risiko eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah laporan dan analisis militer menunjukkan bahwa Israel cenderung membatasi perannya pada dukungan serangan udara, intelijen, dan operasi terbatas, tanpa mengirimkan pasukan darat ke wilayah Iran, mencerminkan kalkulasi risiko yang tinggi terhadap potensi perang darat skala besar.

Risiko Tinggi Invasi Darat ke Iran

Dalam konteks ini, Israel dinilai tidak memiliki kapasitas maupun kepentingan untuk terlibat langsung dalam invasi darat berskala besar.

Sehingga lebih memilih menyerahkan peran tersebut kepada Amerika Serikat yang memiliki kemampuan militer global lebih besar.

Terlebih operasi darat di Iran merupakan misi yang sangat kompleks dan berisiko karena Iran memiliki wilayah geografis yang luas, medan sulit, serta kapasitas militer yang signifikan. 

Operasi semacam itu membutuhkan pengerahan pasukan besar dan logistik jangka panjang.

Selain faktor militer, mengutip Middle East Monitor keputusan Israel dipengaruhi pertimbangan politik. Keterlibatan langsung dalam invasi darat berpotensi memperluas konflik dan memicu reaksi keras dari negara-negara di kawasan.

Di sisi lain, Israel juga menghadapi tekanan keamanan di wilayah lain, sehingga menjaga fleksibilitas militer menjadi prioritas dalam menghadapi berbagai potensi ancaman secara bersamaan.

Dengan kondisi tersebut, Israel dinilai memilih untuk mempertahankan fleksibilitas militernya dengan tidak membuka front baru yang berisiko tinggi.

Fokus utama tetap diarahkan pada menjaga stabilitas keamanan dalam negeri dan merespons ancaman langsung di kawasan sekitar.

Upaya ini mencerminkan strategi pertahanan Israel yang mengutamakan prioritas ancaman terdekat, sekaligus menghindari keterlibatan dalam konflik besar yang dapat memperlemah posisi keamanan nasional serta berpotensi menguras sumber daya militer Israel secara signifikan.

Analis Ingatkan Risiko Seperti Perang Vietnam
Adapun klaim bahwa Israel tidak akan terlibat dalam operasi darat di Iran muncul bersamaan dengan laporan bahwa Pentagon tengah menyusun berbagai skenario militer, termasuk kemungkinan pengerahan pasukan darat terbatas oleh Amerika Serikat.

Langkah Pentagon tersebut disebut sebagai bagian dari perencanaan strategis menghadapi eskalasi konflik di Timur Tengah. 

Namun hingga saat ini, belum ada keputusan final dari Gedung Putih terkait apakah operasi darat benar-benar akan dilakukan.

Persetujuan atas rencana tersebut sepenuhnya berada di tangan Presiden Donald Trump sebagai panglima tertinggi militer AS.

Sejumlah pejabat Gedung Putih menegaskan bahwa penyusunan opsi militer oleh Pentagon merupakan prosedur standar guna memberikan berbagai alternatif kebijakan kepada presiden dalam situasi krisis.

Meski demikian, arah kebijakan Washington masih belum pasti. Belum dapat dipastikan apakah rencana operasi darat tersebut akan disetujui secara penuh, dijalankan secara terbatas, atau justru dibatalkan.

Situasi ini mencerminkan meningkatnya ketidakpastian dalam strategi militer Amerika Serikat, di tengah tekanan geopolitik yang terus meningkat serta risiko meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, sejumlah analis militer memperingatkan bahwa invasi darat ke Iran berpotensi menjadi kesalahan strategis besar.

Profesor Ilmu Politik Universitas Chicago, Robert Pape, yang ahli dalam urusan keamanan menilai dinamika yang berkembang saat ini memiliki kemiripan dengan awal Perang Vietnam, di mana operasi militer yang awalnya terbatas berkembang menjadi konflik darat berkepanjangan dengan biaya besar.

Peringatan tersebut menambah kekhawatiran bahwa keputusan Washington dalam beberapa waktu kedepan akan menjadi penentu arah konflik, sekaligus berdampak luas terhadap stabilitas kawasan dan posisi global Amerika Serikat.


(Tribunnews.com / tribunkalteng)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.