Rusia: Kalau Indonesia Butuh Minyak, Silakan Hubungi Kami
Jaisy Rahman Tohir April 01, 2026 08:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov menyatakan negaranya terbuka untuk memasok minyak kepada Indonesia apabila dibutuhkan. 

Pernyataan itu disampaikan Tolchenov saat menanggapi pertanyaan terkait kemungkinan kerja sama pembelian minyak antara Indonesia dan Rusia.

Diketahui, Indonesia tengah mencari pasokan minyak menyusul krisis yang terjadi akibat perang antara AS-Israel dengan Iran.

Sergei mengungkapkan, hingga saat ini belum ada permintaan resmi dari pihak Indonesia terkait kebutuhan minyak Rusia.

"Saya tidak menerima permintaan langsung dari Pertamina maupun dari Kementerian ESDM. Jadi, mungkin hal itu bisa dibahas melalui jalur bisnis ke bisnis (B2B)," ungkap Sergei di Dermaga Eks Presiden, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (31/3/2026) kemarin.

Meski belum ada permintaan resmi dari pemerintah Indonesia, Sergei menyebut peluang kerja sama tetap terbuka melalui jalur bisnis.

Menurut dia, Rusia pada prinsipnya siap menjual minyak kepada negara mana pun yang memiliki kebutuhan dan bersedia menjalin kerja sama jangka panjang.

Ia menambahkan, Rusia saat ini telah memasok minyak ke sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, China, India, serta beberapa negara di kawasan Asia.

Meski demikian, Tolchenov menegaskan harga minyak yang ditawarkan tidak didasarkan pada hubungan persahabatan antarnegara, melainkan mekanisme bisnis.

"Jadi silakan hubungi kami, sampaikan apa yang dibutuhkan, dan kita bisa mendiskusikan bagaimana hal itu dapat dilakukan," ucap Sergei.

"Harganya adalah harga komersial. Karena sebagian besar perusahaan minyak besar Rusia adalah perusahaan swasta, jadi ini bukan soal persahabatan, melainkan hubungan bisnis," sambungnya.

Pasokan energi Indonesia kini menjadi perhatian setelah kapal Pertamina disebut belum diizinkan melintas di Selat Hormuz akibat konflik Amerika-Israel dengan Iran.

Penutupan jalur distribusi minyak dunia tersebut berpotensi memicu krisis energi global.

Sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Singapura, Vietnam, Kamboja, dan Filipina bahkan telah menaikkan harga BBM, sementara Pemerintah Indonesia hingga kini belum memutuskan kebijakan serupa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.