Dinsos Bantul Siapkan Layanan Jamkesus Terpadu bagi Difabel, Kuota Tahun 2026 Capai 250 Peserta
Yoseph Hary W April 01, 2026 08:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyiapkan kuota Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus) Terpadu untuk penyandang disabilitas tahun 2026. Kuota diberikan secara dua tahap yakni 29 April 2026 dan Oktober 2026 sebanyak 250 peserta.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bantul, Sukrisna Dwi Susanta, berujar, jumlah kuota yang disediakan tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Pada tahun 2025 lalu, hanya ada sekitar 178 kuota Jamkesus.

Penambahan kuota

"Penambahan kuota tahun ini dilakukan usai evaluasi tahun lalu. Sebenarnya, rata-rata peserta dari Bantul diangka 200-an per tahun, tapi kadang ada peserta dari warga di luar bantul yang minta bisa diterima di pelayanan Jamkesus Terpadu di Bantul," ucap dia, kepada wartawan, Rabu (1/4/2026).

Selain itu, terdapat pula Balai Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (Bapel Jamkesos) yang mendanai/membiayai penganggaran alat bantu disabilitas juga meminta Bantul berkenan menerima peserta di luar Bantul. Maka, akan ada kemungkinan pembatasan fasilitas peserta dari luar Bantul meski dengan kuota terbatas.

Manfaat Jamkesus terpadu

Lanjutnya, pelayanan Jamkesus Terpadu itu memiliki banyak manfaat yakni peserta mendapat paket lengkap, tidak hanya alat bantu disabilitas tapi juga pemeriksaan kesehatan oleh dokter umum dan dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (KFR).

"Bahkan ada juga pemeriksaan lab dan pengukuran alat bantu dalam satu waktu dan satu tempat (karena pelayanannya bersifat kolektif). Semua layanan bersifat gratis," katanya.

Kemudian, terdapat alat bantu yang diberikan berupa alat bantu custom dengan disesuaikan untuk kebutuhan dan kondisi fisik dari difabel. Untuk fitting dan penerimaan alat bantu biasanya akan diterima sebulan setelah pengukuran/pemeriksaan juga bersifat kolektif dikumpulkan dalam satu waktu dan satu tempat.

Selain itu, pelayanan dilakukan juga lebih dekat karena dikumpulkan dan diselenggarakan di wilayah Bantul. Artinya, tidak perlu ke Bapel Jamkesos dan ke penyedia alat bantu yang berada di lokasi kota dan Sleman, maupun penyedia untuk alat bantu kaki dan tangan palsu dari Solo.

"Melalui Jamkesus ini, kami berharap masyarakat difabel dapat terlayani dengan cepat tanpa harus melalui prosedur dan adm yang rumit, karena hak-hak penyandang disabel harus terpenuhi," tutup dia.(nei)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.