Imbas Isu Kenaikan Harga BBM, Antrean Kendaraan Sempat Panjang di SPBU Jalan Sengkawit Tanjung Selor
Junisah April 01, 2026 09:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN – Isu kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) subsidi per April 2026 sempat memicu kepanikan warga di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara)

Kabar yang beredar dari mulut ke mulut membuat antrean kendaraan mengular panjang di salah satu SPBU di Tanjung Selor yakni SPBU Prima Agung yang ada di Jalan Sengkawit Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara.

Terjadinya antrean kendaraaan panjang ini diakui petugas SPBU kemarin tepat 1 hari sebelum bulan April 2026, yakni 31 Maret 2026 terutama pada sore hari saat jam pulang kerja.

Hal ini disampaikan oleh Pengawas SPBU Prima Agung , Memo saat ditemui dikantornyahari ini, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Isu Kenaikan Harga BBM 1 April Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Terbaru Pertamina

Bahkan banyak diantaranya mendatangi petugas sembari menyapa dan bertanya terkait isu kenaikan yang sempat ramai beredar.

"Saya kaget kemarin lihat kok antrean panjang ini kenapa, rupanya ada isu kenaikan harga BBM. Nah pantesan banyak yang nanya pas ngisi, katanya BBM naik iya kah? Jadi naik kah," kata Memo sambil menirukan warga yang bertanya kepadanya.

Namun pihaknya menegaskan hingga sampai sat ini tidak ada instruksi kenaikan harga BBM. Artinya saat ini belum ada perubahan harga BBM subsidi.

Harga BBM di SPBU Prima Agung masih tetap, yakni Pertalite diangka Rp10.000 per liter, sementara solar subsidi berada di angka Rp6.800 per liter.

“Tidak ada instruksi kenaikan harga. Dari informasi terakhir juga tidak ada perubahan,” ujarnya

Baca juga: Antrean Kendaraan di SPBU Gunung Lingkas Tarakan Normal, Meskipun Ada Isu Kenaikan Harga BBM

Sementara untuk BBM non-subsidi, seperti Pertamax, harga berada di kisaran Rp12.900 per liter, yang dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti mekanisme pasar.

Disampaikan Memo bahwa dalam kondisi normal, SPBU mampu melayani kebutuhan BBM dengan pasokan sekitar 16 ton atau satu tangki per hari.

“Stok masih aman setiap hari. Antrean ini lebih karena masyarakat panik saja,” jelasnya.

Untuk pengisian BBM subsidi, pihak SPBU juga menerapkan pembatasan. Kendaraan roda empat dibatasi maksimal 40 liter per hari, sedangkan roda dua maksimal pembelian setara Rp100.000.

Selain itu, penggunaan sistem barcode masih diberlakukan untuk mengontrol distribusi BBM subsidi. Setiap kendaraan hanya dapat melakukan pengisian sekali dalam sehari.

“Kalau sudah isi, tidak bisa lagi di hari yang sama. Sistemnya terbaca sampai 24 jam,” tambahnya.

TIDAK ADA KENAIKAN : Aktivitas di SPBU Jalan Sengkawit berjalan normal. Petugas tegaskan tidak ada instruksi kenaikan harga hingga saat ini

Guna mengantisipasi kesalahpahaman di masyarakat, pihak SPBU juga rutin memberikan imbauan melalui pengeras suara setiap pagi bahwa tidak ada kenaikan harga BBM.

Meski sempat terjadi antrean panjang, berdasarkan pantauan TribunKaltara.com di lapangan pelayanan di SPBU disebut tetap berjalan lancar dan seluruh kendaraan tetap terlayani dengan baik.

Pihak SPBU berharap masyarakat tidak mudah terpancing isu yang belum tentu benar, serta tetap melakukan pengisian BBM secara wajar sesuai kebutuhan.

(*)

Penulis : Desi Kartika Ayu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.