Sketsa Putih di Jalan KM 13 Tanjungpinang Jadi Penanda Kecelakaan Motor vs Mobil Hari Ini
Dewi Haryati April 01, 2026 09:29 PM

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Sketsa putih mewarnai lokasi kecelakaan di area Tugu Tangan, Kilometer 13, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).

Di tempat itu, sebelumnya terjadi kecelakaan yang melibatkan sepeda motor Honda BP 6242 CB dengan mobil pribadi, sekitar pukul 08.30 WIB, Rabu (1/4/2026).

Akibat tabrakan itu, pengendara motor bernama Bambang Irawan dilarikan ke RSUD RAT Tanjungpinang.

Pantauan di lokasi, sketsa putih itu tepat di tengah jalan. Sketsa itu menjadi tanda, Satlantas Polresta Tanjungpinang telah melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Satu pola berbentuk bulat, di tengahnya terlihat bekas darah yang sudah kering.

Kemudian gambar lain, menyerupai benda panjang.

Gambar itu menunjukkan titik korban terjatuh dan terseret pada saat kecelakaan berlangsung.

Perlu diketahui kondisi jalan mulus, sedikit berbelok, namun tidak berlubang.

Sejumlah pecahan kaca berukuran kecil berserakan di pinggir jalan bagian kiri dari arah lampu merah Tugu Tangan ke Bandara RHF Tanjungpinang.

Sparepart motor berbahan plastik itu berwarna hitam. Tumpahan minyak hitam juga terlihat menempel di atas bahu jalan.

Pengendara yang melintas pun menyempatkan diri menoleh ke arah gambar itu.

Mereka penasaran bagaimana kondisi jalan usai kecelakaan. Bukan kali ini saja terjadi kecelakaan di Jalan KM 13, Tugu Tangan.

Seorang pengendara sepeda motor, Horas menyebut, beberapa tahun lalu juga terjadi tabrakan di lokasi yang sama.

"Beberapa tahun lalu, (saya lupa) juga terjadi di lokasi yang sama. Korban selamat," ujarnya

Ia menilai, jalan yang sempit dan sedikit belokan menjadi penyebab terjadi kecelakaan di lokasi.

"Ukuran jalan terlalu kecil. Hanya satu jalur dan dua lajur saja. Salah belok dikit saja bisa celaka pengendara," bebernya.

Pengendara yang melintas umumnya bergerak dalam kecepatan tinggi.

Ditambah lagi, beberapa lampu jalan di sepanjang jalan tersebut sudah rusak atau tidak berfungsi lagi saat malam hari.

"Kami kadang waswas saat melintas di area yang masih gelap," katanya.

Seorang warga Tanjungpinang, Kanis menyampaikan, lokasi kecelakaan ini memang jadi langganan kecelakaan tahunan.

"Sudah banyak kejadian. Paling banyak sering tabrakan antar motor dan mobil," ujarnya.

Rata-rata kecelakaan terjadi pada malam hari.

"Semoga dengan adanya insiden ini, jadi pelajaran berharga untuk kita yang lain. Tetap waspada dan hati-hati selalu selama berkendara," harapnya.

Sementara itu, Satlantas Polresta Tanjungpinang belum menyampaikan kronologi versi polisi.

Wartawan Tribun Batam.id akan mengupdate perkembangan terkait kecelakaan ini. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.