TRIBUNNEWS.COM - Berbicara soal Gianluigi Donnarumma, namanya jelas layak dianggap sebagai salah satu kiper terbaik dunia pada saat ini.
Sejak melakoni debut profesionalnya pada usia 16 tahun 8 bulan bersama AC Milan pada 2015 silam.
Donnarumma telah menjelma sebagai kiper elit yang diperhitungkan di Italia, Eropa bahkan dunia.
Di usianya yang cukup muda, Donnarumma telah dipercaya untuk mengawal gawang tim sekelas AC Milan.
Selama enam tahun berkarier di AC Milan, Donnarumma tampil dalam 256 laga di semua kompetisi.
Setelah merasa cukup bermain bersama Rossoneri, keputusan mengejutkan diambil Donnarumma saat pindah ke PSG.
Baca juga: Menagih Janji Gattuso: Mundur dan Pergi Jauh Jika Italia Gagal Lolos Piala Dunia 2026
Datang ke PSG pada musim panas 2021, Donnarumma seakan tak gentar bersaing dengan Keylor Navas di klub tersebut.
Setelah sempat rutin mengisi bangku cadangan PSG, Donnarumma perlahan mampu menggeser posisi Keylor Navas dan akhirnya merebut status sebagai penjaga gawang utama Les Parisiens.
Tak kurang dari empat tahun, Donnarumma menikmati kesuksesan besar bersama klub asal Prancis tersebut.
Hampir semua gelar juara bergengsi termasuk Liga Champions, mampu dimenangkan Donnarumma bersama PSG.
Selama memperkuat Les Parisiens, Donnarumma terhitung telah mencatatkan penampilan sebanyak 161 laga.
Setelah ditendang Luis Enrique musim panas ini, kini Donnarumma sedang menikmati karier bersama Manchester City di usia 27 tahun.
Belum genap setahun membela The Citizens, kiper yang memiliki tinggi 196 cm itu sudah merasakan gelar Piala Carabao.
Dengan usia yang masih relatif oke dan performa yang solid, karier Donnarumma diprediksi masih sangat panjang.
Di level Timnas, perjalanan karier Donnarumma juga luar biasa.
Apalagi ia tercatat sudah menjalani laga debut bersama Timnas Italia level senior, ketika usianya masih 17 tahun 189 hari.
Hingga kini, Donnarumma sudah mengemas total 81 caps bersama Italia di level internasional.
Salah satu gelar juara bergengsi yang telah dimenangkan Donnaruma bersama Italia ialah trofi Euro 2020.
Alhasil, jika menengok ulasan di atas, karier Donnarumma baik level klub maupun timnas, tergolong elit.
Di level klub, Donnarumma sudah membela tiga tim elit Eropa mulai AC Milan, PSG dan Manchester City ketika usianya masih 27 tahun.
Sementara di level timnas, Donnarumma sudah mengemas banyak caps dan memenangkan gelar bergengsi seperti Euro.
Hanya saja, di balik perjalanan karier Donnarumma yang luar biasa tersebut.
Setidaknya, ada dua hal yang patut disayangkan Donnarumma.
Hal pertama yakni hilangnya kesempatan Donnarumma untuk mencetak sejarah emas bersama Italia.
Sejak memulai debut bersama Italia pada tahun 2016 silam, Donnarumma belum pernah sekalipun merasakan atmosfer Piala Dunia.
Kegagalan beruntun yang diderita Italia yang tidak pernah lolos ke Piala Dunia dalam tiga edisi berturut-turut jelas menjadi pukulan telak bagi publik sepak bola negara tersebut.
Tak terkecuali bagi Donnarumma juga yang menyandang predikat sebagai kiper utama Timnas Italia.
Padahal jika Italia mampu tampil di Piala Dunia khususnya edisi 2018 yang kala itu berlangsung di Prancis.
Berbagai catatan bersejarah berpotensi dicatatkan Donnarumma.
Salah satunya catatan kiper termuda Timnas Italia yang bermain di turnamen mayor sekelas Piala Dunia.
Diketahui, Donnarumma baru berusia 19 tahun, ketika Piala Dunia 2018 berlangsung di Rusia.
Dengan usia tersebut, Donnarumma otomatis melewati catatan Gianluigi Buffon yang baru bermain untuk Timnas Italia di Piala Dunia pada usia 24 tahun 126 hari.
Donnarumma juga bakal memecahkan rekor Piala Dunia, sebagai kiper termuda yang berlaga di babak utama turnamen tersebut.
Hanya saja, catatan itu dipastikan sudah tidak bisa diukir Donnarumma, setelah Italia melewatkan Piala Dunia, tidak cukup sekali saja, melainkan tiga kali berturut-turut.
Artinya jika ingin merasakan debut di Piala Dunia, Italia harus lolos pada edisi 2030.
Dan ketika momen itu terjadi, maka usia Donnarumma sudah menyentuh 31 tahun.
Lalu, catatan emas kedua yang dilewatkan Donnarumma ialah di level klub, tepatnya lagi saat ia mulai membangun kariernya bersama AC Milan.
Andai saja AC Milan bermain di kompetisi Liga Champions, saat Donnaruma muda masih berseragam Rossoneri.
Maka, Donnarumma berkesempatan untuk mencatatkan rekor sebagai kiper termuda yang pernah menjalani debut di kompetisi elit tersebut.
Dengan usia yang kala itu masih belum genap 17 tahun, Donnarumma jelas punya kans untuk mencetak sejarah elit sebagai kiper termuda yang pernah berlaga di Liga Champions.
Sayangnya, selama memperkuat AC Milan, Donnarumma belum pernah merasakan kompetisi Liga Champions, lantaran Rossoneri memang sempat absen selama bertahun-tahun di ajang tersebut.
Itulah dua momen emas yang dilewatkan Donnarumma di balik karier gemilangnya di level klub maupun timnas.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)