Partai Hanura Kabupeten Sumba Timur Tepis Isu Perpecahan di DPD Hanura Provinsi NTT
Oby Lewanmeru April 01, 2026 11:19 PM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Ketua Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kabupaten Sumba Timur menepis informasi yang menyebutkan adanya perpecahan di tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai besutan Oesman Sapta Odang tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua OKK DPC Hanura Kabupaten Sumba Timur, Abdul Haris seusai rapat koordinasi yang dihadiri Ketua DPC Yadar Pilangira, Sekretaris DPC Evapraditus Kamulung, anggota Fraksi Hanura DPRD Sumba Timur Yan Susanto dan anggota lainnya, Selasa (31/3/2026).

Abdul Haris mengatakan, rapat koordinasi tersebut dilaksanakan untuk menanggapi informasi yang menyebutkan ada pembelahan di tubuh DPD Hanura Provinsi NTT yang dipimpin oleh Refafi Gah itu.

Ia menegaskan bahwa, DPC Hanura Kabupaten Sumba Timur menilai informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan.

Baca juga: Sinyal DPD Hanura NTT Lakukan PAW dalam Kasus Anggota DPRD Kota Kupang Mokris Lay

“Tidak ada perpecahan di tubuh internal partai di tingkat DPD Hanura. Yang kami tahu, Partai Hanura tetap solid dan tetap berjalan di bawah kepemimpinan Bapak Refafi Gah,” katanya.

Ia meyakini bahwa, pihak yang menyebarkan informasi tersebut bukan kader Partai Hanura, melainkan oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kalau pun ada oknum yang mengaku sebagai kader Hanura dan memuat informasi itu, kami pikir oknum-oknum itu tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Ketua Fraksi Hanura DPRD Kabupaten Sumba Timur ini juga menegaskan, selaku pengurus harian kabupaten, ia menyampaikan, mulai dari tingkat DPP, DPD hingga DPC, Partai Hanura sangat solid.

Selain itu, para kader juga, menurut dia, sangat taat pada peraturan, AD/ART dan PO partai.

“Kami selaku pengurus harian di tingkat kabupaten merasa bahwa sampai hari ini Partai Hanura baik di tingkat DPP, DPD maupun di tingkat DPC sudah sangat solid, dan kami taat pada peraturan AD/ART partai serta PO partai yang berlaku dalam penatalaksanaan perjalanan partai,” ungkapnya.

Abdul Haris juga meyakini, hal yang sama dirasakan oleh seluruh pimpinan DPC Hanura di seluruh NTT, bahwa tidak ada perpecahan.

Ia menambahkan, adapun kader yang dikeluarkan dari internal partai dan menyebarkan informasi tidak benar tersebut disebabkan karena adanya perilaku yang melanggar ketentuan partai.

“Kalau ada yang melakukan pelanggaran terhadap AD/ART, PO partai dan melanggar etika sudah sepatutnya tidak membawa nama Hanura di dalam langkah mereka karena tidak lagi menjadi kader partai. Itu oknum,” tutupnya.

DPC Hanura Kabupaten Sumba Timur, lanjut dia, juga mendorong dan mendukung pengurus DPD Hanura Provinsi NTT untuk melaporkan oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut kepada pihak berwenang. (dim)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.