33 Mahasiswa Jadi Angkatan Perdana, Profesi Apoteker Unismuh Makassar Resmi Dimulai
Alfian April 01, 2026 11:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar orientasi mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Tahun Akademik 2025/2026.

Acara tersebut berlangsung di Balai Sidang Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (1/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting karena menandai penerimaan angkatan pertama mahasiswa pada Program Pendidikan Profesi Apoteker Unismuh Makassar.

Jumlah mahasiswa baru angkatan perdana ini sebanyak 33 orang.

Rangkaian kegiatan orientasi diawali dengan pra-orientasi yang dilaksanakan pada Selasa (31/3/2026), berisi persiapan dan registrasi, pemaparan kurikulum PSPPA, serta pengisian KRS online.

Tahap awal ini dirancang untuk memberi pengenalan awal tentang sistem akademik, budaya kampus, dan gambaran umum proses pendidikan profesi yang akan dijalani mahasiswa.

Dekan FKIK Universitas Muhammadiyah Makassar, Prof Suryani As’ad, mengaku bangga dan memberikan apresiasi kepada mahasiswa Pendidikan Profesi Apoteker angkatan pertama.

Baca juga: Cetak Ahli Hukum Islam, Unismuh Makassar Resmi Buka S2 Ilmu Syariah

Ia menegaskan kehadiran angkatan perdana ini menjadi tonggak sejarah dalam pengembangan pendidikan kefarmasian di lingkungan FKIK Unismuh Makassar.

“Kehadiran mahasiswa menjadi awal dari perjalanan akademik yang akan ditempuh bersama, dengan harapan dapat tumbuh menjadi apoteker yang profesional dan berintegritas,” kata Prof Suryani.

Orientasi ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr Abd Rakhim Nanda, yang juga tercatat sebagai pemateri sesi Kebijakan Umum Unismuh Makassar.

Dalam paparannya, Rakhim Nanda memperkenalkan lingkup kampus Unismuh Makassar sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang dan berkomitmen mencetak lulusan profesional yang berdaya saing.

Materi yang disampaikan menegaskan visi Unismuh Makassar sebagai universitas yang Islami, terkemuka, unggul, terpercaya, dan mandiri.

Itu dengan misi penguatan Al-Islam Kemuhammadiyahan, pendidikan berkualitas, penelitian inovatif, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan jiwa kewirausahaan sivitas akademika.

Rakhim Nanda juga memaparkan arah pengembangan universitas melalui roadmap Unismuh Makassar 2020-2044, dari fase excellent and national reputable university menuju research and international reputable university, hingga edupreneurship university.

Strategi itu diperkuat lewat penguatan tata kelola berbasis good university governance, digitalisasi proses pendidikan dan administrasi, peningkatan kualitas publikasi ilmiah, dan perluasan kerja sama internasional.

Dalam materi presentasi Rakhim Nanda, turut ditampilkan sejumlah capaian kelembagaan, mulai dari akreditasi unggul, sertifikasi ISO 21001:2018, hingga penguatan reputasi melalui pemeringkatan dan internasionalisasi kampus.

“Unismuh Makassar menyediakan lingkungan akademik yang kondusif, didukung sumber daya dosen, fasilitas pendidikan, rumah sakit dan klinik penunjang, serta jejaring institusi yang luas untuk menunjang keberhasilan mahasiswa, termasuk pada program pendidikan profesi,” jelas Rakhim Nanda.

Sesi Panen Wakil Rektor

Usai paparan Rakhim Nanda, kegiatan dilanjutkan dengan sesi panel yang menghadirkan Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, dan Wakil Rektor IV.

Panel ini membahas bidang akademik, kerja sama, keuangan dan sistem informasi, Al-Islam Kemuhammadiyahan dan kemahasiswaan, penjaminan mutu, serta perencanaan dan daya saing.

Wakil Rektor I, Prof Andi Sukri Syamsuri, menekankan aspek akademik dan pengembangan institusi, termasuk mutu pendidikan, digitalisasi pembelajaran, tata kelola, serta internasionalisasi universitas.

Wakil Rektor II, Dr Ihyani Malik, memaparkan bidang administrasi umum dan keuangan.

Dalam presentasinya, ditegaskan bahwa tugas Wakil Rektor II adalah membantu Rektor dalam memimpin pelaksanaan kegiatan bidang administrasi umum dan keuangan, pengelolaan sumber-sumber keuangan, serta pembinaan dan pengembangan tenaga kependidikan.

Sementara itu, Wakil Rektor III Dr Mawardi Pewangi menyampaikan materi yang berkaitan dengan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Dalam dokumen AIK yang digunakan pada orientasi ditegaskan bahwa Al-Islam dan Kemuhammadiyahan merupakan jiwa, ruh, nilai utama, rujukan perilaku, dan motivasi inovasi perguruan tinggi Muhammadiyah, sekaligus menjadi arus utama pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Adapun Wakil Rektor IV Dr Burhanuddin melengkapi sesi panel dengan paparan terkait penjaminan mutu, perencanaan, dan daya saing kelembagaan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.