TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak berencana melanjutkan pembangunan waterfront city sebagai bagian dari program penataan wajah kota.
Pembangunan tersebut direncanakan akan dimulai dari Gang Kamboja hingga ke Gang H. Mursyid.
Namun, rencana tersebut mendapat berbagai tanggapan dari warga yang tinggal di sekitar kawasan waterfront.
Seorang warga, Samsul menilai sebelum pembangunan dilanjutkan, pemerintah sebaiknya terlebih dahulu memperbaiki dan merawat fasilitas waterfront yang sudah ada.
Menurutnya, saat ini banyak fasilitas yang rusak dan tidak berfungsi, terutama lampu penerangan yang sudah lama tidak diperbaiki sehingga kawasan tersebut menjadi gelap pada malam hari.
"Sekarang waterfront ini perawatannya tidak ada, sudah ada yang rusak-rusak seperti lampu. Sudah berapa tahun tidak pernah diperbaiki, jadi malam di sini gelap," ujarnya pada Rabu, 1 April 2026.
Ia mengatakan, kondisi yang gelap membuat kawasan tersebut kerap disalahgunakan pada malam hari karena minim penerangan dan pengawasan.
"Jadi malam di sini ini, tempat orang pacaran. Saya sering, kadang-kadang kalau ketemu saya pandang, saya usir. Peluk-peluk, berpangku-pangku mereka. Jadi tempat maksiat jadi di sini," ungkapnya.
Baca juga: Kapolresta Pontianak Jadi Narasumber Dialog Interaktif Bahas Moralitas Generasi di Era Digital
Ia pun berharap ada penerangan yang memadai, sistem keamanan, serta aturan jam berkunjung jika kawasan tersebut memang dijadikan ruang publik.
Ia juga mengaku hingga harus memasang lampu sendiri di sekitar rumahnya untuk membantu penerangan karena lampu di kawasan waterfront tidak berfungsi.
Selain soal perawatan, ia juga menyoroti desain waterfront yang dinilai terlalu tinggi dari jalan kampung dan rumah warga, sehingga akses menuju waterfront menjadi sulit dan membuat posisi rumah warga terlihat lebih rendah.
Ia membandingkan dengan waterfront di daerah Pelabuhan Senghie yang dinilai lebih baik karena pagarnya lebih rendah dan posisi jalannya tidak terlalu tinggi dari permukiman warga.
Warga juga menilai keberadaan waterfront saat ini justru membuat aktivitas warga yang sebelumnya memanfaatkan sungai menjadi berkurang, seperti mandi dan mencuci di sungai karena akses yang terhalang bangunan waterfront.
Meski demikian, ia tidak menolak rencana kelanjutan pembangunan waterfront tersebut.
Namun, ia berharap pemerintah memperbaiki dan merawat fasilitas yang sudah ada terlebih dahulu sebelum melanjutkan pembangunan ke wilayah baru.
"Kalau mau dilanjutkan, lebih bagus perawatannya dulu yang sudah ada, apalagi yang di sini. Kalau ditambah sebenarnya bagus, cuma perawatan harus diperhatikan," pungkasnya. (*)
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!