Ledakan di SPBE Cimuning Disusul Semburan Api yang Lumat Rumah dan Ketenangan Warga
Budi Sam Law Malau April 02, 2026 02:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM –- Suara dentuman hebat yang terjadi berkali-kali dari arah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosong, Kelurahan Cimuning, Mustika Jaya, Bekasi Rabu (1/4/2026) malam, mendadak mengubah kawasan pemukiman padat di sana riuh dan mengerikan.

Langit malam mendadak berubah menjadi oranye pekat.

Malam yang seharusnya menjadi penutup hari yang tenang, berubah menjadi horor nyata bagi warga di sepanjang Jalan Cinyosog. 

Baca juga: Malam Mencekam di Cimuning, Rentetan Ledakan Api di SPBE Bekasi Bikin Warga Panik Berhamburan

Hawa panas yang terasa membesat hingga api melalap SPBE dan sejumlah rumah di sana.

Hingga menjelang tengah malam, sekira pukul 23.24 WIB, deru mesin mobil pemadam kebakaran masih menderu.

Di bawah kegelapan total akibat pemutusan aliran listrik oleh PLN, para petugas berjibaku melawan lidah api yang tak hanya melalap depo gas, tapi juga mulai menjalar ke rumah-rumah warga.

Gas Sudah Merata di Jalanan

Bayu, seorang warga setempat, masih tampak syok saat menceritakan detik-detik sebelum maut menyapa.

Ia mengenang bagaimana kabut putih gas yang menyengat tiba-tiba memenuhi jalanan tepat di depan rumahnya, sesaat sebelum ledakan pertama mengguncang bumi.

"Awalnya sedikit, lalu saya masuk rumah. Lama-lama gasnya menyebar, sudah masuk sampai ke area depan rumah," kenang Bayu dengan suara bergetar.

Baca juga: Malam Mencekam di Cimuning, Rentetan Ledakan Api di SPBE Bekasi Bikin Warga Panik Berhamburan

Nahas, keputusannya untuk menutup pagar rumah demi keamanan justru disambut oleh ledakan yang memekakkan telinga.

Gas yang sudah terlanjur "mengepung" area pemukiman membuat api merambat dengan kecepatan kilat.

"Langsung menyambar ke semua area karena gas sudah merata ke mana-mana," tambahnya.

Kabar yang beredar di antara warga menyebutkan, kebocoran terjadi saat proses pengisian gas berlangsung, namun diduga sempat ditinggalkan oleh petugas terkait.

Rumah Hancur dalam Radius 15 Meter

Daya hancur ledakan ini bukan isapan jempol.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah rumah yang berada dalam radius 15 meter dari pusat ledakan mengalami kerusakan parah.

Tembok-tembok runtuh, kaca hancur, dan beberapa bangunan terlihat hangus dilalap si jago merah.

Kepanikan pecah seketika.

Tanpa sempat menyelamatkan harta benda, warga berhamburan ke jalan raya.

Anak-anak menangis histeris di pelukan orang tua mereka, berlari menjauh dari pusat ledakan di tengah kepulan asap hitam yang mulai menyesakkan napas.

"Situasinya sangat mencekam. Ledakan terdengar berkali-kali dan api terlihat sangat besar dari sini," ujar warga lain yang melarikan diri hanya dengan motor yang dikendarainya.

Perjuangan di Garis Api

Di titik nol kebakaran, puluhan petugas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi bertaruh nyawa.

Posisi mereka sangat berisiko; material gas cair yang tersisa di lokasi bisa memicu ledakan susulan kapan saja. Setiap kali api tampak mengecil, dentuman baru kembali terdengar, memicu gelombang ketakutan baru bagi warga yang menonton dari jarak jauh.

Pihak kepolisian telah memasang garis polisi dengan ketat, menghalau warga yang mencoba mendekat.

Baca juga: Kondisi Terkini di Teheran Iran Setelah Terjadi Kebakaran Besar

"Dipastikan ada sejumlah warga menderita luka bakar akibat peristiwa ini," ungkap laporan petugas di lapangan.

Hingga saat ini, pendataan terkait korban luka maupun potensi korban jiwa masih dilakukan secara intensif di tengah proses pemadaman.

Bekasi yang Tidak Tidur

Malam ini, Cimuning tidak tidur. Fokus utama petugas adalah memastikan api tidak merembet lebih jauh ke pemukiman warga yang mengepung area depo tersebut.

Bagi masyarakat Mustika Jaya, luka fisik mungkin bisa diobati, namun trauma akibat dentuman gas yang menghancurkan rumah mereka akan membekas lama.

Investigasi mengenai dugaan kelalaian saat proses pengisian gas kini dinanti publik. Namun prioritas warga saat ini hanyalah satu: berharap fajar segera tiba dan neraka di Jalan Cinyosog ini benar-benar berakhir.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.