BANGKAPOS.COM – Harga emas dunia menguat pada akhir perdagangan Selasa (31/3/2026) waktu setempat atau Rabu (1/4/2026) pagi WIB.
Kenaikan harga emas terjadi di tengah meningkatnya optimisme meredanya konflik di Timur Tengah.
Kenaikan harga emas dunia ini masih berada di jalur penurunan bulanan terdalam sejak Oktober 2008.
Naiknya harga emas dunia turut berdampak pada harga emas Antam, Galeri 24 dan UBS.
Baca juga: Harga Resmi BBM 1 April 2026 Seluruh SPBU Pertamina di Indonesia
Lantas, berapa kenaikan harga emas per 1 April 2026?
Harga emas batangan di Pegadaian menunjukkan tren penguatan yang signifikan pada perdagangan hari ini, Rabu (1/4/2026) pagi.
Berdasarkan pantauan terbaru di situs resmi Sahabat Pegadaian, Rabu pagi WIB, harga emas Galeri 24 ukuran 1 gram naik Rp 11.000 dari Rp 2.833.000 menjadi Rp 2.844.000.
Kenaikan serupa juga terjadi pada harga emas UBS 1 gram yang merangkak naik Rp 11.000 dari Rp 2.846.000 menjadi Rp 2.857.000.
Sementara itu, harga emas Antam di Pegadaian untuk ukuran 1 gram tercatat naik Rp 4.000 dari Rp 2.937.000 menjadi Rp 2.941.000.
Berbeda dengan tren kenaikan di Pegadaian, harga emas batangan di Logam Mulia Antam terpantau stabil di level Rp 2.827.000 per gram, tidak mengalami perubahan dari posisi harga pada Selasa (31/3/2026) kemarin.
Berikut adalah rincian lengkap daftar harga emas hari ini, 1 April 2026, untuk seluruh produk dan ukuran:
Daftar Harga Emas Antam (Pegadaian)
Baca juga: Daftar Aset Pribadi 11 Tersangka Korupsi Timah Disita Kejari Basel: Saldo Rekening, Ruko hingga SPBU
(Harga dasar sebelum pajak PPh 0,25 persen)
Itulah pembaruan harga emas hari ini, 1 April 2026.
Kenaikan harga di awal bulan ini dapat menjadi sinyal positif bagi pergerakan aset investasi aman (safe haven) di masa mendatang.
Pastikan Anda terus memantau fluktuasi harga emas sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual kembali koleksi emas Anda.
Harga emas dunia menguat pada akhir perdagangan Selasa (31/3/2026) waktu setempat atau Rabu (1/4/2026) pagi WIB, meski masih berada di jalur penurunan bulanan terdalam sejak Oktober 2008.
Kenaikan harga emas terjadi di tengah meningkatnya optimisme meredanya konflik di Timur Tengah.
Namun, kekhawatiran inflasi yang berkepanjangan serta ekspektasi suku bunga tinggi akibat dampak perang masih membebani logam mulia tersebut.
Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot naik 3,2 persen menjadi 4.652,31 dollar AS per ons, level tertinggi sejak 20 Maret.
Sementara kontrak emas berjangka AS ditutup menguat 2,7 persen ke posisi 4.678,60 dollar AS per ons. Penguatan emas juga terjadi seiring pelemahan dollar AS.
Melemahnya dollar AS membuat harga emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga meningkatkan minat investor terhadap logam kuning ini.
"Reli emas saat ini cukup menggembirakan dan didorong oleh meningkatnya optimisme terhadap deeskalasi di Timur Tengah. Namun, masih perlu melihat kinerja kenaikan lebih lanjut untuk memastikan ini menjadi tren berkelanjutan," ujar Wakil Presiden sekaligus analis senior logam di Zaner Metals, Peter Grant.
"Dalam jangka panjang, tren dasarnya tetap bullish, dengan dukungan fundamental utama seperti de-dolarisasi dan pembelian oleh bank sentral yang masih berlangsung," imbuh dia.
Baca juga: Kronologi Detik-detik Kapten Inf Zulmi Gugur Diserang Israel saat Jemput Jenazah Praka Farizal
Di sisi lain, laporan The Wall Street Journal menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersedia mengakhiri kampanye militer terhadap Iran meski Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup.
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan beberapa hari ke depan akan menjadi penentu dalam konflik tersebut dan memperingatkan Iran bahwa perang bisa semakin intens jika tidak tercapai kesepakatan.
Adapun sepanjang Maret 2026, harga emas tercatat turun sekitar 11,8 persen, tertekan lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah yang meningkatkan kekhawatiran inflasi.
Kenaikan harga energi tersebut membuat pelaku pasar kembali menilai arah suku bunga. Meski emas dikenal sebagai aset aman (safe haven) saat inflasi dan ketidakpastian, namun suku bunga tinggi membuat emas kurang menarik karena tidak memberikan imbal hasil.
Dari sisi proyeksi, BMI mempertahankan perkiraan harga emas tahun 2026 di rata-rata 4.600 dollar AS per ons.
Sementara itu, Goldman Sachs masih memproyeksikan harga emas dapat mencapai 5.400 dollar AS per ons pada akhir 2026.
Harga emas naik pada perdagangan Rabu (1/4/2026) pagi.
Mengutip Bloomberg, pukul 06.45 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2026 di Commodity Exchange ada di level US$ 4.716,40 per ons troi, naik 0,81?ri sehari sebelumnya yang ada di US$ 4.678,60 per ons troi.
Harga emas naik tiga hari berturut-turut setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan akan mengakhiri perang dengan Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu.
Mengutip Bloomberg, Trump mengisyaratkan bahwa AS telah mencapai Sebagian besar tujuan militernya dan akan menyerahkan kepada negara lain untuk menyelesaikan masalah di Selat Hormuz.
Sebelumnya, media pemerintah Iran mengutip Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa Republik Iran siap mengakhiri perang jika tuntutan terpenuhi.
Hagra emas Batangan turun hamper 12 % pada Maret. Konflik di Timur Tengah yang kini memasuki pekan kelima telah mengacaukan pasar global, mengancam pasokan energi dan memicu kekhawatiran tentang lonjakan inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi secara bersamaan.
(Kompas.com/Yohana Artha Uly, Aprillia Ika) (Kontan/Bangkapos.com)