TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya turun tangan menyelidiki kasus seorang pria berinisial AA yang diduga diculik, dianiaya hingga diperas oleh komplotan yanga mengaku sebagai polisi.
Adapun peristiwa yang menimpa AA pun viral di media sosial yang satu di antaranya diunggah akun instagram @utaranews.
Dalam video yang diunggah, terlihat korban tengah terkapar lemas di sebuah mobil ambulans yang melaju kencang. Diduga, korban tengah mendapat pertolongan medis saat itu.
Dalam narasi akun itu, korban disebut dibawa paksa ke dalam mobil dan ditodong oleh empat pelaku. Selama di perjalanan, mata korban dilakban sebelum uangnya dikuras.
AA akhirnya dibuang di kawasan Grand Wisata, Kabupaten Bekasi. Sekuriti menemukan korban dalam kondisi sesak napas dan langsung membawanya ke rumah sakit.
Terkait hal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan soal kasus itu.
Penyelidikan dilakukan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi.
“Ini didalami oleh Ditreskrimum dan dari Satreskrim Polres Metro Bekasi Kabupaten. Ada dugaan orang diculik dimintain duit, nah ini masih didalami," kata Budi Hermanto kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (1/4/2026).
Budi mengatakan informasi awal yang didapat, korban merugi sekitar Rp12 juta atas pemerasan yang dilakukan. Namun, angka itu masih diverifikasi melalui data perbankan.
“Itu yang kami sampaikan. Memang informasi awal ada sekitar 12 juta kalau enggak salah, tapi kan kita harus lihat benar enggak ada transaksi di perbankan terkait hal itu. Nah kan rekening milik korban, kita kan tidak bisa meminta secara sendiri ke perbankan," tuturnya.
Namun sejauh ini, Budi mengatakan pihaknya masih belum bisa meminta keterangan korban lantaran masih trauma atas insiden yang menimpanya.
“Memang ada beberapa hambatan bagi kita terkait tentang karena korban ini kan masih dalam kondisi trauma. Nah, kita kan yang paling utama adalah memulihkan, yang kedua adalah informasi yang valid dari orang yang menjadi korban tersebut," ucapnya.
"Jadi dia kan bisa mendeskripsikan terkait ciri-ciri orang yang mengamankan dia, orang yang mengajak dia bicara. Nah, ini yang kita minta, kita tunggu," sambungnya.