Sam’ani Naik Sepeda dan Sumarno Pilih Lari untuk Berangkat ke Kantor
muslimah April 02, 2026 06:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, memilih meninggalkan kendaraan dinasnya dan mengayuh sepeda dari kediaman pribadinya menuju kantor, Selasa (31/3/2026).

Aksi itu merupakan langkah Sam’ani dalam mengampanyekan budaya bike to work atau bersepeda ke kantor. 

Sam’ani menilai, kebiasaan bersepeda ke tempat kerja merupakan langkah sederhana yang memberikan manfaat besar, baik bagi kesehatan maupun penghematan energi.

“Bike to workini menjadi salah satu upaya sederhana yang bisa kita lakukan bersama. Selainmenyehatkan, juga membantu menghemat penggunaan bahan bakar,” ujar Sam’ani.

Kegiatan tersebut pun menjadi ajakan untuk membudayakan bersepeda ke kantor di lingkungan Pemkab Kudus.

Sam’ani mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk mulai membiasakan pola hidup sehat sekaligus mendukung gerakan ramah lingkungan. 

“Kami mengajak ASN untuk mulai membiasakan bersepeda atau berjalan kaki ke kantor. Ini bagian dari upaya menuju Kudus Sehat sekaligus bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” imbuhnya. 

Melalui gerakan tersebut, kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat dan efisiensi energi diharapkan dapat terus meningkat di tengah masyarakat. 

Efisiensi energi

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, merencanakan gerakan bersepeda bersama bagi kalangan ASN dan pejabat sebagai langkah efisiensi energi.

Efisiensi tersebut akan menyasar pola mobilitas ASN, salah satunya adalah mendorong ASN dan pejabat publik menggunakan sepeda hingga transportasi umum saat berangkat kerja.

"Kami sudah bikin reng-reng (rencana--Red), sudah kami kalkulasi, kalau perlu besok hari tertentu semua ASN kita naik sepeda, dengan seluruh bupati-wali kota. Jadi, ke kantor naik sepeda, kalau perlu lari," kata Luthfi, Senin (30/3/2026) lalu.

Namun, Luthfi mengingatkan bahwa penerapan kebijakan tersebut masih dalam tahap penghitungan dan kajian.

Untuk hari tertentu ASN dan pejabat publik harus ke kantor dengan sepeda, ia mengaku belum tahu pasti menunggu hasil kajian.

Selain itu, kata dia, ASN dan pejabat Pemprov Jateng yang akan ke kantor juga akan didorong menaiki kendaraan umum.

Memutar

Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengaku, sudah menggunakan sepeda bahkan sesekali berlari saat bekerja ke kantornya.

Ia pun mengajak para ASN di Pemprov Jateng untuk menirunya.

"Kalau saya hampir setiap hari berangkat kerja sudah naik sepeda, lari juga sudah, harapannya (para ASN) yang (rumahnya) tidak di lokasi nanjak-nanjak bisa ikut sepeda," kata Sumarno di Gedung Gradhika Bhakti Praja, kompleks kantor Gubernur Jateng, Rabu (1/4/2026).

Sumarno mengatakan, kebiasaan bersepeda sudah dilakukannya secara pribadi jauh-jauh hari sebelum kebijakan penghematan BBM akibat perang Timur Tengah mencuat.

Dia menyebut, berangkat bersepeda dari rumahnya di Jalan Dr Wahidin, Kota Semarang, memutar sejauh 40 kilometer menuju ke kantor Gubernur, Jalan Pahlawan. 

"Kalau lari ya memutar sejauh 10 kilometer," ungkapnya.

Pantauan Tribun Jateng, Sumarno aktif membagikan aktivitasnya berlari dan bersepeda sebelum berangkat kerja ke kantornya di media sosial Instagram pribadinya dengan akun @sumarnojenggot.

Postingan terakhir menunjukkan, pada Selasa (31/3/2026), Sumanro melakukan aktivitas bersepeda. 

"Kalau hari ini saya tidak naik sepeda atau berlari ke kantor karena ada acara BPSDMD (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah--Red) Jateng yang lokasinya di Semarang atas," terangnya. 

Dia berharap, kebiasaan dirinya bisa diikuti oleh para ASN lain.

Di sisi lain, dia juga bakal menyiapkan surat edaran sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri Nomor 800.1.5/3349/SJ tentang Transformasi Budaya Kerja ASN di Lingkungan Pemerintah Daerah yang diterima Pemprov Jateng, pada Selasa (31/3/2026) malam. 

Menurut Sumarno, dalam surat edaran itu nantinya akan memuat soal kebijakan ASN di Jateng untuk berangkat kerja bersepeda atau berlari.

"Intinya sama dengan SE Kemendagri, Pak Gubernur juga ingin meminimalkan penggunaan bahan bakar fosil melalui kendaraan listrik, sepeda, jalan kaki dan lari," ungkapnya.

Konsep ini, lanjut Sumarno, bukanlah hal baru di lingkungan Pemprov Jateng.

Ia mengungkap, kebijakan ini juga pernah dilakukan  yakni melarang para ASN menggunakan kendaraan bermotor pada hari-hari tertentu.

"Kebijakan ini dulu pernah dilakukan, dan pak Gubernur juga menyampaikan kemarin agar kembali dilakukan semisal setiap Jumat, para ASN tidak boleh pakai kendaraan bermotor agar bisa memakai transportasi umum," terangnya. (Iwan Arifianto/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.