TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Simak bocoran IHSG terbaru Kamis 2 April 2026 lengkap rekomendasi BEI harga saham pilihan analis selengkapnya cek disini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Rabu 1 April 2026.
IHSG menguat 105,97 poin atau 1,41 % ke 7.154,20.
Sebanyak 390 saham naik, 94 saham turun dan 135 saham stagnan.
Seluruh indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG.
Baca juga: Lowongan Kerja Bank BRI Terbaru April 2026 Lengkap Posisi dan Syarat Lamaran Pekerjaan
Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor barang baku yang naik 2,52 % , sektor infrastruktur naik 1,93?n sektor transportasi yang naik 1,77 persen.
Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 1,40 miliar saham dengan total nilai Rp 893,44 miliar.
Top gainers LQ45 pagi ini adalah:
1. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) (5,14 % )
2. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 4,29 % )
3. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) (4,15 % )
Top losers LQ45 pagi ini adalah:
1. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) (-5,32 % )
2. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) (-3,45 % )
3. PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) (-2,52 % )
IHSG Dalam Fase Downtrend
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah berada dalam fase downtrend. Adapun IHSG ditutup melemah 0,61 % atau turun 43,44 poin ke level 7.048,22 pada Selasa 31 Maret 2026.
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menjelaskan IHSG melanjutkan koreksinya dengan disertai dengan munculnya tekanan jual sehingga berada di dalam fase downtrend.
“Posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A sehingga IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6.745–6.849,” tulisnya dalam riset, Rabu 1 April 2026.
Herditya mengatakan skenario terbaik IHSG sudah menyelesaikan wave A. sehingga akan melanjutkan penguatan ke 7.450–7.675. Untuk Rabu (1/4), IHSG diproyeksikan akan uji support di 7.022–6.917 dan resistance 7.302–7.434.
Berikut ini rekomendasi saham dari MNC Sekuritas.
1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
BBCA menguat ke Rp 6.450 dan masih didominasi oleh volume pembelian, pergerakan BBCA masih berada di fase downtrend-nya. Posisi BBCA sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [y].
Rekomendasi: Buy on weakness Rp 6.100–Rp 6.350
Target Harga: Rp 6.800, Rp 7.225
Stop Loss: Di bawah Rp 5.975
2. PT Harum Energy Tbk (HRUM)
HRUM terkoreksi 5,12 % ke Rp 1.020 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, namun koreksinya tertahan MA200. Saat ini, posisi HRUM diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [d] dari wave Y pada pola triangle.
Rekomendasi: Buy on weakness Rp 990–Rp 1.010
Target Harga: Rp 1.125, Rp 1.205
Stop Loss: Di bawah Rp 960
3. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
JPFA terkoreksi 3,69 % ke Rp 2.350 dan masih didominasi oleh tekanan jual, namun koreksinya masih tertahan oleh MA20. Posisi JPFA saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [ii] dari wave 1 dari wave (5).
Rekomendasi: Speculative buy Rp 2.280–Rp 2.320
Target Harga: Rp 2.500, Rp 2.650
Stop Loss: Di bawah Rp 2.220
4. PT Timah Tbk (TINS)
TINS menguat 7,05 % ke Rp 3.340 dan masih didominasi oleh volume pembelian yang cenderung meningkat. Posisi TINS saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian awal dari wave A dari wave (B).
Baca juga: Lowongan Kerja Martha Tilaar Group Terbaru April 2026 Lengkap Syarat Lamaran dan Link Pendaftaran
Rekomendasi: Buy on weakness Rp 3.210–Rp 3.310
Target Harga: Rp 3.440, Rp 3.690
Stop Loss: Di bawah Rp 3.100
Semoga informasi ini bermanfaat.