TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo memastikan wilayah Gorontalo tidak masuk dalam daftar daerah yang berstatus siaga tsunami pascagempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,6 di Laut Maluku, Kamis pagi (2/4/2026).
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaluddin Gorontalo, Cucu Kusmayancu, membenarkan adanya peringatan dini tsunami yang dikeluarkan BMKG untuk sejumlah wilayah di Maluku Utara dan Sulawesi Utara.
“Benar sekali,” singkatnya membeberkan informasi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Gorontalo tidak termasuk dalam tujuh daerah yang direkomendasikan untuk siaga maupun evakuasi.
Hal ini karena posisi geografis yang dinilai cukup jauh dari pusat gempa.
“Alhamdulillah Gorontalo cukup aman, jarak cukup jauh dari sini,” ujarnya.
Selain itu, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa di wilayah Gorontalo.
Data sementara yang dihimpun dari Pusdalops BPBD Provinsi Gorontalo menunjukkan kondisi masih aman.
Sementara itu, BMKG sebelumnya telah mengeluarkan rekomendasi evakuasi untuk beberapa daerah dengan status ancaman SIAGA, yakni:
Kota Ternate (05:53:14 WIB)
Halmahera (05:54:14 WIB)
Kota Tidore (05:56:14 WIB)
Kota Bitung (06:12:14 WIB)
Minahasa Bagian Selatan (06:17:14 WIB)
Minahasa Selatan Bagian Selatan (06:18:14 WIB)
Minahasa Utara Bagian Selatan (06:18:14 WIB)
Sebelumnya BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Laut Maluku pada Kamis pagi, 2 April 2026.
Berdasarkan data resmi BMKG, gempa terjadi pada pukul 05:48:16 WIB.
Episenter gempa terletak pada koordinat 1.25 LU dan 126.27 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 km arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 62 km.
BMKG segera merilis status Peringatan Dini Tsunami (PD-2) untuk wilayah Maluku Utara (MALUT) dan Sulawesi Utara (SULUT).
Masyarakat di sepanjang pesisir wilayah tersebut diminta untuk tetap waspada dan mengikuti arahan evakuasi dari pemerintah setempat.
"Potensi TSUNAMI untuk diteruskan pada masyarakat. Ikuti arahan peringatan dini tsunami dari BPBD, BNPB, dan BMKG," tulis pernyataan resmi dalam sistem peringatan dini BMKG.
Aktivitas Gempa Susulan
Hingga pukul 07:02:56 WIB, tercatat telah terjadi aktivitas gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil. Salah satu gempa susulan signifikan tercatat berkekuatan Magnitudo 4,6 di wilayah Northern Molucca Sea dengan kedalaman 7 km.
BMKG mengimbau warga di wilayah terdampak untuk:
- Menjauhi kawasan pantai dan tepi sungai.
- Mencari tempat yang lebih tinggi jika merasakan guncangan kuat atau melihat air laut surut tiba-tiba.
- Tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
- Memantau perkembangan informasi terkini melalui kanal resmi BMKG atau aplikasi WRS. (*)