Strategi Cerdik Restoran, Air Mineral di Meja Bisa Bikin Pelanggan Boros
GH News April 02, 2026 09:08 AM
Jakarta -

Seorang pria membeberkan hal yang sering tidak disadari di restoran. Menurutnya air kemasan yang diletakkan di meja restoran bisa memengaruhi pelanggan menghabiskan banyak uang tanpa berpikir panjang.

Makan di luar seringkali disertai dengan kebiasaan kecil yang tidak begitu dipikirkan. Bahkan sebagian pelanggan mungkin tidak begitu masalah jika harus mengeluarkan uang lebih saat makan di luar.

Salah satu praktik umum di restoran adalah pegawai meletakkan sebotol air di atas meja bahkan sebelum pelanggan memesan makanan. Air tersebut bisa menjadi 'jebakan' bagi pelanggan karena sebenarnya belum tentu gratis. Jika pelanggan meminumnya, harga air bakal dimasukkan ke tagihan.

Sebagian orang yang sedang berhemat mungkin akan memperhatikannya dengan hati-hati. Namun banyak juga pelanggan tanpa sadar mengeluarkan uang lebih untuk sebotol air di atas meja yang mungkin sebenarnya tidak mereka butuhkan atau inginkan.

Belum lama ini seorang pengusaha berbasis di Mumbai, India membahas terkait hal ini di akun X @ChanakyaShah. Ia menunjukkan bagaimana tindakan sederhana tersebut dapat memengaruhi cara orang membelanjakan uang tanpa mereka sadari.

air mineralair mineral di meja bisa memengaruhi pelanggan untuk mengeluarkan uang lebih. Foto: iStock

"Di banyak restoran, begitu Anda duduk, sudah ada sebotol air yang diletakkan di meja Anda," jelasnya.

Padahal menurutnya, air mineral kemasan dianggap sebagai pilihan minuman murah. Pengusaha tersebut mengungkap duli air ini harganya hanya Rs 15 (Rp 2.730). Tetapi sekarang, air mineral yang banyak ditawarkan restoran adalah air kemasan botol seharga Rs 60 (Rp 10.923) atau bahkan dari merek premium yang harganya juga lebih mahal, seperti Vedica atau Himalayan, lapor news18.com (27/3).

Memang tidak ada yang memaksa pelanggan untuk membeli air botol kemasan tersebut. Tetapi menurut pendiri merek suplemen Up&Run ini, ketika sesuatu sudah tersedia di depan pelanggan itu terasa seperti pilihan yang harus dituruti.

"Mengatakan tidak secara tiba-tiba membutuhkan usaha. Meminta pilihan yang lebih murah juga terasa canggung, jadi orang-orang hanya memilih apa yang sudah ada," jelasnya.

Unggahannya juga menjelaskan bagaimana langkah kecil ini dapat menyebabkan pengeluaran tambahan. Karena pelanggan akhirnya menghabiskan lebih banyak uang untuk minuman yang sebenarnya bukan menjadi pilihan. Parahnya lagi, pelayan restoran biasanya hanya meletakkan botol tersebut di atas meja tanpa bertanya lebih dahulu.

"Jadi, botol itu diletakkan begitu saja dan keputusan dibuat untuk Anda," jelasnya.

Unggahannya menuai banyak reaksi dari netizen.

Seorang netizen membagikan pandangan berbeda. Menurutnya pelanggan tentu saja bisa menolak atau mengatakan tidak. Sebab, tidak ada yang memaksa seseorang untuk membeli botol tersebut. Hal ini hanya strategi penjualan tambahan untuk restoran.

"Bagaimanapun juga itu adalah bisnis, dan menurut pengalaman saya, tidak ada restoran yang pernah memaksa saya untuk membeli botol yang ada di atas meja," lanjutnya.

Netizen lain tampak setuju dengan pendapat pengusaha tersebut. Netizen ini menyoroti bagaimana beberapa bisnis memang menipu pelanggan, terutama turis.

"Mereka menaruh air, makanan ringan, dan minuman tanpa bertanya lalu menagihnya," ujar netizen tersebut.

Ada juga netizen yang mengaku tidak malu meminta pilihan minuman lain.

"Saya tanpa malu-malu meminta mereka mengganti botolnya dengan air RO (Reverse Osmosis)," ujar netizen tersebut.

Seorang netizen lain berkomentar, "Banyak orang tidak menyadari, mereka haus dan langsung membuka botol. Saya kira itu lebih merupakan strategi pemasaran untuk menghasilkan uang bagi mereka."

Air botol atau camilan di meja resto memang mampu meningkatkan keinginan membeli pelanggan. Dilansir dari powerpack.co.id, penempatan produk yang terlihat jelas dapat memicu ketertarikan pelanggan. Kemudahan akses langsung juga menghilangkan hambatan pelanggan untuk membeli, terlebih ketika mereka lapar atau haus.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.