Gempa 7,6 Guncang Sulut dan Malut, Gedung KONI Runtuh dan Satu Korban Jiwa
Muliadi Gani April 02, 2026 10:54 AM

 

PROHABA.CO, MANADO - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026) pagi.

Guncangan kuat tersebut menimbulkan kepanikan warga dan dilaporkan menelan korban jiwa.

Satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan di Gedung KONI Manado.

Korban diketahui bernama Deice Lahia (70), warga Tateli, Kabupaten Minahasa.

Gedung KONI sendiri dilaporkan runtuh akibat kerasnya guncangan gempa yang  berkekuatan magnitudo 7,6 tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa berpusat di koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur, dengan kedalaman 62 kilometer.

Getaran terasa hingga ke Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) dan sejumlah wilayah pesisir.

Baca juga: Gempa di Afghanistan, 812 Dilaporkan Meninggal, 2.800 Terluka 

Warga Panik, Guncangan Terasa Kuat

Di Kota Manado, warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri saat gempa terjadi.

Aktivitas di beberapa titik sempat terganggu, sementara petugas gabungan dari berbagai instansi langsung melakukan pemantauan dan evakuasi.

Sejumlah warga mengaku merasakan getaran yang sangat kuat.

Cici, warga Desa Bohabak 3, Kecamatan Bolangitang Timur, mengatakan dirinya terkejut dan panik saat gempa terjadi.

“Guncangannya cukup kuat. Saya sempat panik karena saat itu sedang berada di kamar mandi,” katanya.

Meski sempat menimbulkan kepanikan, situasi di beberapa wilayah berangsur kondusif.

Warga mulai kembali melanjutkan aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Polda Aceh Tegaskan Penanganan Kasus Wartawan Abdya Profesional, Dek Gam Apresiasi Langkah Cepat

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini tsunami pascagempa.

Potensi gelombang tsunami membuat masyarakat di wilayah pesisir diminta tetap siaga dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

Masyarakat diimbau untuk tidak panik, namun tetap waspada serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Gempa besar ini kembali mengingatkan akan tingginya aktivitas seismik di Sulawesi Utara yang berada di jalur cincin api Pasifik.

Kesiapsiagaan masyarakat dan koordinasi antarinstansi menjadi kunci penting dalam meminimalisir dampak bencana di masa mendatang.

Baca juga: Empat Gelombang Tsunami Hantam Rusia Timur Setelah Gempa 8,8 SR Guncang Kamchatka Rusia 

Baca juga: Gempa Bumi  7,7 SR Mengguncang Myanmar dan Thailand, Runtuhkan Bangunan & Puluhan Meninggal 

Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Terbitkan SE WFH ASN Setiap Jumat, Berlaku Mulai 1 April 2026

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.