Aksesori Bangunan KONI Sulut Runtuh Diguncang Gempa Magnitudo 7,6 di Manado, Lansia Meninggal Dunia
Rizali Posumah April 02, 2026 09:22 AM

 

TRIBUNMANADO — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,3 yang mengguncang Kota Manado, Kamis (2/3/2026), memakan korban jiwa. 

Seorang lansia dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa aksesori bangunan di kompleks Kantor KONI Sulawesi Utara (Sulut).

Korban diketahui bernama Deice Lahia (70), seorang pengusaha UMKM, warga Tateli, Kabupaten Minahasa. 

Saat kejadian, korban berada di sekitar lokasi dan tertimpa material bangunan yang roboh akibat kuatnya guncangan gempa.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sulut, Audy Pangemanan, menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi bukan pada struktur utama bangunan.

“Bangunan inti tidak mengalami reruntuhan, hanya bagian aksesori bangunan yang jatuh dan mengenai korban,” ujar Audy.

Ia menyebutkan, pihaknya langsung melakukan pengecekan menyeluruh pascagempa untuk memastikan kondisi bangunan tetap aman serta mencegah potensi kejadian serupa.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan pasca gempa bumi kuat yang mengguncang wilayah Sulut, Kamis (2/4/2026) pagi.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul peringatan dini tsunami yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Masyarakat tetap tenang dan waspada, terutama yang berada di pesisir pantai, karena berdasarkan data BMKG ada beberapa wilayah yang berpotensi,” ujar Gubernur YSK.

Ia menegaskan warga diminta menghindari aktivitas di laut maupun di pinggiran pantai hingga situasi benar-benar dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

“Harus waspada, hindari aktivitas di laut termasuk di pinggiran pantai,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Sulut, lanjut YSK, akan segera melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk penanganan pasca gempa sesuai dengan prosedur tetap (SOP) yang berlaku.

“Kita akan melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait pasca gempa ini sesuai SOP yang ada,” katanya.

Selain itu, Pemprov Sulut juga membuka ruang pelaporan bagi masyarakat jika terjadi hal-hal darurat di wilayah masing-masing.

“Jika ada kejadian di wilayah, segera dilaporkan,” tambahnya.

Sementara itu, BMKG melaporkan gempa bumi terjadi pada pukul 05.48.16 WIB dengan magnitudo 7,6 dan kedalaman 62 kilometer. Pusat gempa berada sekitar 129 kilometer tenggara Bitung dan dinyatakan berpotensi tsunami.

Guncangan gempa turut dirasakan cukup kuat di Manado. Sejumlah warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

“Getarannya kuat sekali, kami langsung keluar rumah bersama keluarga. Sekarang hanya bisa berharap perlindungan Tuhan,” ujar Ivan, warga Manado.

Suasana di sejumlah wilayah dilaporkan sempat mencekam. Warga memilih berkumpul di tempat terbuka sambil memantau informasi terbaru dari BMKG.

Di kawasan Bumi Beringin, warga juga mengaku kaget karena gempa terjadi secara tiba-tiba.

“Langsung lari keluar, takut karena goyangannya terasa kuat,” ujar seorang warga.

Akibat guncangan tersebut, sejumlah barang di dalam rumah warga dilaporkan berjatuhan. Bahkan, ada tong penampungan air yang bergeser dari posisinya. Beberapa perabot rumah tangga juga mengalami kerusakan, termasuk televisi milik warga yang pecah setelah terjatuh saat gempa. (Ren)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.