Buka-bukaan soal Tudingan Rasis dan Ejekan Homofobia ke Vinicius, Prestianni: Itu Biasa di Argentina!
Zulfikar Pamungkas April 02, 2026 10:33 AM

PATRICIA DE MELO MOREIRA/AFP
Pemain Benfica, Gianluca Prestianni (kanan), diduga melontarkan ucapan rasis kepada pemain Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga Liga Champions di Estadio da Luz (17/2/2026).

BOLASPORT.COM - Bintang Benfica, Gianluca Prestianni, buka-bukaan soal insiden dengan Vinicius Junior yang membuatnya dilabeli sebagai pemain rasis dan homofobia.

Pada Februari 2026, jagat sepak bola dihebohkan dengan klaim Vinicius Junior yang menuding Gianluca Prestianni bertindak rasis terhadapnya.

Klaim ini datang saat kedua pemain bertemu dalam leg pertama play-off babak 16 besar Liga Champions 2025-2026 antara Benfica vs Real Madrid.

Pada pertandingan tersebut, Vinicius menjadi aktor utama berkat gol semata wayangnya pada menit ke-50.

Setelah gol, insiden tercipta di tengah lapangan saat kedua tim hendak melakukan sepak mula.

Pada momen tersebut, tampak Vinicius berlari ke arah wasit dan melaporkan dugaan aksi rasial dari Prestianni kepadanya.

Tak hanya dituding melakukan aksi rasial, pemain berusia 23 tahun itu juga dilaporkan mengeluarkan ejekan homofobia.

Imbas dari tudingan itu, Prestianni kemudian menjadi musuh publik dan mendapat hukuman larangan bertanding oleh UEFA.

Terkini, Prestianni buka suara soal tudingan rasis itu sekaligus membela dirinya atas insiden yang tercipta di pertandingan tersebut.

Sang eks pemain Velez Sarsfield mengaku tersakiti dengan tuduhan tanpa bukti yang datang dari Vinicius dan rekannya, Kylian Mbappe.

Apalagi tuduhan itu mencoreng nama baiknya dan bisa saja membuat karier yang dibangunnya di lapangan hancur seketika.

“Yang paling menyakitkan bagi saya adalah dituduh melakukan sesuatu yang tidak pernah saya lakukan," ujarnya, dikutip BolaSport.com dari Radio Gol.

"Tetapi untungnya, saya sangat tenang karena semua orang yang mengenal saya tahu seperti apa kepribadian saya, dan itu sudah cukup bagi saya," tambahnya.

Prestianni kemudian juga membahas label homofobia yang didapatkannya setelah dilaporkan mengejek Vinicius dengan sebutan ‘Faggot’.

Bagi dia, orang-orang melebih-lebihkan ejekan itu karena di kampung halamannya, Argentina, ejekan tersebut adalah hal yang biasa.

"Mereka juga mulai menyebut saya homofobia, yang sudah keterlaluan. Saya merasa orang-orang hanya mencoba menciptakan drama atas hal-hal yang tidak benar," lanjutnya.

"Bagi kami orang Argentina, kata-kata seperti 'banci' atau 'pengecut' adalah hinaan yang umum."

"Tetapi untungnya, tim dan staf pelatih mendukung saya, dan itu memberi saya ketenangan pikiran,” pungkasnya.

Hingga saat ini, UEFA selaku induk sepak bola Uni-Eropa masih mendalami tuduhan rasis Prestianni ke Vinicius.

Meski belum terbukti bersalah, UEFA sendiri sudah menghukumnya dengan larangan tampil pada leg kedua.

Andai benar-benar terbukti bersalah, Prestianni bisa saja mendapat hukuman lebih berat dari otoritas tertinggi sepak bola di Eropa.

Disebutkan jika terbukti maka Prestianni bisa mendapat larangan bermain sebanyak 10 laga di kompetisi Eropa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.