Terdampak Gelombang Tinggi, Katir Perahu Suharman Patah & Tenggelam di Bali, Selamat Berkat Cool Box
Putu Dewi Adi Damayanthi April 02, 2026 10:39 AM

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Nelayan asal Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, Suharman (47) berhasil selamat dari kecelakaan laut di Perairan Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, Rabu 1 April 2026 malam.

Ia sempat terombang-ambing di lautan hanya dengan bantuan cool box di tengah lautan.

Beruntung, ia ditemukan nelayan lainnya dan dievakuasi ke wilayah Pantai Pekutatan.

Namun, jukung miliknya tenggelam di tengah lautan.

Baca juga: Nelayan Bali Wayan Suta Ditemukan Meninggal di Perairan Kerandangan NTB, Posisi Telengkup

Menurut informasi yang diperoleh, bermula dari Suharman yang mulai melaut dan berlayar dari pesisir Desa Air Kuning sekitar pukul 16.30 WITA.

Korban kemudian berlayar ke arah timur untuk mencari ikan.

Sekitar pukul 19.00 WITA, Suharman justru mengalami masalah karena terdampak gelombang tinggi di tengah laut.

Salah satu katir perahu miliknya patah dan membuat perahunya oleng.

Korban lantas berinisiatif menggunakan cool box hendak menepi ke pinggir. Itu ia lakukan agar tak tertarik jauh ke dalam lautan.

Selama beberapa jam, Suharman berpegangan pada cool box styrofoam warna putih.

Hingga akhirnya, ia ditemukan oleh seorang nelayan asal Pekutatan saat melintas di kawasan tersebut.

Korban kemudian dibantu serta dinaikkan ke dalam perahu milik saksi dan diantar sampai ke pinggir Pantai Pangkung Jukung Pekutatan.

Setelah diselamatkan, sekitar pukul 22.35 WITA, ia kemudian dijemput oleh kerabatnya untuk diajak pulang ke rumahnya.

"Astungkara berhasil diselamatkan (nelayan). Bermasalahnya di Yeh Sumbul kemudian dievakuasi ke wilayah Pekutatan," jelas Kapolsek Pekutatan, Kompol I Putu Suarmadi saat dikonfirmasi, Kamis 2 April 2026.

Dia melanjutkan, korban berusaha menyelamatkan diri ketika mengetahui salah satu katir perahunya patah.

Ia memilih berpegangan di cool box agar bisa menepi hingga akhirnya ada nelayan lain yang melihat dan dibantu ke pinggir.

Namun begitu, jukung atau perahu korban tenggelam dan masih belum ditemukan hingga saat ini.

Kerugian material yang dialami korban ditaksir mencapai Rp20 juta.

"Saat ini perahu atau jukung korban belum ditemukan. Sementara korban kemarin sudah dijemput keponakannya dan sudah diajak pulang," katanya.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi.

Sebab, belakangan ini cuaca ekstrem termasuk di wilayah perairan terjadi gelombang tinggi dan patut diwaspadai agar tak sampai menimbulkan hal yang tak diinginkan terjadi.

"Kami imbau agar para nelayan memantau kondisi cuaca sebelum melaut untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan terjadi," imbaunya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.