Identitas Warga Manado Meninggal Tertimpa Bangunan Kanopi Koni saat Gempa Bumi
Wawan Akuba April 02, 2026 10:47 AM

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Sulutgo -- Rasid Poli menceritakan kesaksiannya saat melihat detik-detik warga tertimpa bangunan saat gempa bumi terjadi. 

Sebagai informasi, pagi tadi usai salat Subuh, terjadi gempa bumi sebesar 7,6 Skala Richter di perairan wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026) pagi.

Meski terjadi di kedalaman 62 kilometer (km), namun gempa bumi tersebut merunntuhkan kanopi sebelah barat di Gedung KONI Sario Manado, Sulut. 

Baca juga: Gubernur Gorontalo Anjurkan ASN Bersepeda atau Jalan Kaki ke Kantor, Gusnar Ismail: Sunahnya Muakad

Rasid sedang mencangkul saat getaran dirasakan di kakinya. Ia terhenti sejenak. 

Dalam kondisi panik, ia tak berlari. Malahan melihat Deice Lahia, berlari menghindari gedung.

Dikutip dari TribunManado.com, Deice sebetulnya menghindari kanopi tempat ia berada. 

Nahas, langkahnya kurang cepat. Ia pun tertimpa kanopi bangunan tersebut. 

"Ia tertimpa bangunan di bagian tengah kanopi," katanya. 

Korban bukanlah orang baru untuk Rasid. Ia mengetahui betul siapa sosok korban.

Karena itu, menyaksikan korban yang tertimpa runtuhan gedung, ia pun kaget bukan main. 

Deice sehari-harinya jualan di seputaran lapangan KONI Sario, Manado. 

Sebut dia, Deice adalah kakak dari petinju kawakan Sulut Ilham Lahia. 

Ia mengaku agak trauma. 

Untuk menenangkan diri, ia duduk di kursi sambil minum air putih. 

Saksi lainnya sempat memperingatkan oma untuk lari saat gempa. 

Tapi Oma masih sibuk berkutat dengan tanaman ricanya.

Peringatan Tsunami

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami level PD-2 menyusul potensi gelombang laut akibat gempa tersebut.

Berdasarkan data resmi BMKG, episenter gempa berada di koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur, atau sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara.

Gempa terjadi pada kedalaman 62 kilometer, dengan pusat aktivitas berada di laut.

Peringatan dini tsunami ini diperbarui pada pukul 05.56.18 Wita, hanya beberapa menit setelah gempa terjadi.

Dalam rilisnya, BMKG menyebutkan sejumlah wilayah di Maluku Utara (Malut) dan Sulawesi Utara (Sulut) berpotensi terdampak tsunami dengan status berbeda, mulai dari siaga hingga waspada.

Di wilayah Maluku Utara, daerah yang masuk status siaga meliputi Kota Ternate dengan estimasi waktu tiba gelombang pada pukul 06.53.14 Wita.

Lalu Halmahera pada pukul 06.54.14 Wita, serta Kota Tidore pada pukul 06.56.14 Wita.

Sementara itu di Sulawesi Utara, sejumlah wilayah juga berada pada status siaga, di antaranya Kota Bitung dengan estimasi waktu tiba gelombang pukul 07.12.14 Wita.

Kemudian Minahasa Bagian Selatan pukul 07.17.14 Wita, Minahasa Selatan Bagian Selatan pukul 07.18.14 Wita, serta Minahasa Utara Bagian Selatan pada pukul yang sama, yakni 07.18.14 Wita.

Selain itu, beberapa wilayah di Sulawesi Utara berada dalam status waspada, di antaranya Kepulauan Sangihe dengan estimasi waktu tiba pukul 07.14.14 Wita, Minahasa Utara Bagian Utara pukul 07.15.14 Wita, serta Bolaang Mongondow Bagian Selatan pada pukul 07.21.14 Wita.

BMKG juga menampilkan peta estimasi tsunami berdasarkan pemodelan, yang menunjukkan potensi tinggi gelombang bervariasi, mulai dari kategori waspada (0–0,5 meter), siaga (0,5–3 meter), hingga awas (lebih dari 3 meter), tergantung lokasi terdampak. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.