Jadwal Misa Kamis Putih 2 April 2026 di Banjarmasin, Ibadah Jelang Perayaan Wafat Isa Almasih
M.Risman Noor April 02, 2026 10:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemerintah menetap 3 April 2026 hari libur nasional menyambut Wafat Isa Almasih.

Salah satu rangkaian ibadah menyambut Wafat Isa Almasih adalah Misa Kamis Putih.

Ibadah yang sama juga dilakukan di Banjarmasin pada hari ini Kamis (2/4/2026).

Jadwal Misa Jumat Agung (Wafat Isa Almasih) 2026 di Banjarmasin, khususnya di Paroki Katedral Keluarga Kudus, biasanya diadakan dalam beberapa sesi.

Baca juga: LKPJ 2025 Kotabaru, Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen

Baca juga: Posting Tangan Berdarah Kala Dicerai, Insanul Fahmi Ditertawakan Mawa, Sentil Suami Siri Inara Rusli

 Rangkaian ibadah Pekan Suci 2026 dimulai dengan Minggu Palma. Jadwal lengkap, termasuk misa pagi dan sore/malam, dapat dipantau melalui Instagram resmi Paroki Katedral Banjarmasin. 

Gereja Katedral Keluarga Kudus Banjarmasin, umumnya diadakan dua hingga tiga kali misa (pagi dan sore/malam) untuk menghormati wafat Kristus.

Sedangkan pada Gereja Hati Yesus Yang Maha Kudus: Misa harian biasanya tersedia, namun khusus Jumat Agung akan mengikuti jadwal khusus.

Lokasi Gereja Utama:

Paroki Katedral Keluarga Kudus: Jl. Lambung Mangkurat No.30, Banjarmasin.

Gereja Hati Yesus Yang Maha Kudus: Jl. Pangeran Samudera No.1, Banjarmasin.

Pastikan datang lebih awal karena misa Jumat Agung biasanya dipadati umat.

Sejarah Singkat Kamis Putih

Kamis Putih merupakan bagian dari Pekan Suci, yaitu tujuh hari menjelang Paskah yang waktunya dapat berubah setiap tahun, biasanya berada antara akhir Maret hingga April. 

Dalam tradisi gereja, hari ini dikenal juga sebagai “Maundy Thursday”, yang berasal dari kata Latin mandatum yang berarti perintah, merujuk pada ajaran Yesus untuk saling mengasihi, dikutip dari National Today.

Seiring perkembangan liturgi, perayaan Kamis Putih mengalami pembaruan, salah satunya pada masa Paus Pius XII pada tahun 1955. 

Dalam praktiknya, terdapat dua perayaan utama, yakni Misa Krisma dan Misa Perjamuan Tuhan. 

Salah satu tradisi khas adalah pembasuhan kaki sebagai simbol kerendahan hati dan pelayanan, yang kini melibatkan berbagai kalangan umat.

Melalui perayaan ini, umat diajak untuk tidak hanya mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga menghayati nilai kasih, pengorbanan, dan pelayanan dalam kehidupan sehari-hari.

Kamis Putih merupakan momen atau hari istimewa bagi umat Kristiani.

Baca juga: Geger Pemuda Asal HSS Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan Martapura Banjar, Polisi Ungkap Hal Ini

Perayaan Kamis Putih ini menjadi momen pra-Paskah bagi umat Kristiani.

Mengutip dari bobo.grid.id, Paskah sendiri merupakan perayaan kebangkitan Yesus Kristus dari kubur pada hari ketiga setelah peristiwa kematian dan penyaliban.

Pada tahun ini, perayaan Kamis Putih dirayakan pada hari ini, 28 Maret 2024.

Sejarah dan Pengertian Perayaan Kamis Putih

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya,perayaan Kamis Putih adalah salah satu serangkaian perayaan Paskah.

Kamis Putih jadi rangkaian acara paskah yang pertama.

Perayaan Kamis Putih atau Maundy Thursday adalah hari pertama dari Tri Hari Suci Paskah atau Triduum Paskah. 


Tri Hari Suci adalah perayaan liturgi Kristen yang dimulai pada hari Kamis sebelum paskah hingga malam Paskah.

Kamis Putih diyakini sebagai hari ketika Yesus merayakan Paskah terakhir bersama dengan murid-murid-Nya.

Terjadi dua peristiwa yang melatar belakangi perayaan Kamis Putih, yaitu perjamuan malam terakhir dan pembasuhan kaki murid Yesus.

Penamaan Kamis Putih ini merupakan kata yang berasal dari Indonesia. Sementara itu, awalnya adalah Maundy Thursday.

Baca juga: Gempa M 7,6 Guncang Manado, Kamis 2 April 2026, Warga Berhamburan ke Luar Rumah, Berpotensi Tsunami


Kata Maundy Thursday itu diperkirakan berasal dari bahasa Inggris pertengahan yang diambil dari lagu kebangsaan Latin.

Lagu ini dinyanyikan Gereja Katolik Roma memiliki lirik "Mandatum Nobum do Vobis", yang artinya 'perintah baru yang kuberikan padamu'.

Kamis Putih merupakan Kamis sebelum Paskah. Pada Hari Raya ini, umat Katolik memperingati Perjamuan Malam terakhir yang dipimpin oleh Yesus.

Hari ini adalah salah satu hari terpenting dalam kalender Gereja.

Ritual Perjamuan Malam setelah ini pada setiap misa atau kebaktian diperingati sebagai perayaan Ekaristi atau perjamuan kudus (istilah untuk Gereja Protestan berbeda-beda).


Pada misa malam ini, pastur juga mencuci kaki umat sebagai peringatan Yesus yang mencuci kaki para muridnya dalam perjamuan terakhir, pelayanan Yesus di dunia sebelum kematiannya.

Perayaan Paskah terkhusus Kamis Putih terjadi setahun sekali untuk agama Katolik.

Perayaan Kamis Putih memiliki maknanya tersendiri dalam Paskah agama Katolik.

Lantas apa makna Kamis Putih dalam Paskah Agama Katolik?

Melansir dari TribunFlores.com, Makna Kamis Putih bagi umat Kristiani yakni untuk memperingati perjamuan terakhir Yesus bersama murid-murid-Nya sebelum Ia diserahkan untuk disalibkan.

Pada Injil dalam Kitab Suci disebutkan terutama pada perjamuan terakhir-Nya, Yesus meminta murid-murid-Nya menjadikan roti dan anggur sebagai peringatan akan dia.

Perintah ini juga menjadi asal usul sakramen ekaristis dan setiap kita merayakannya kita akan mengenang pengorbanan Yesus.

Apabila kita makan roti dan minum anggur dalam ekaristi dengan iman, artinya kita makan tubuh dan minum darah-Nya yang telah diserahkan bagi kita sehingga memperoleh keselamatan.

Selain itu di hari Kamis Putih juga diadakan rekonsiliasi sebagai salah satu sakramen Katolik yang tergolong sakramen penyembuhan.

Rekonsiliasi ini dilayani oleh gereja sehingga jemaat bisa bertobat kembali kepada Allah.

Ada beberapa susunan yang dilakukan, mulai dari pembukaan, liturgi sabda, pembasuhan kaki, liturgi ekaristi, dan pemindahan sakramen mahakudus.

(Tribunnews.com/banjarmasinpost.co.id)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.