Sejarah Kenaikan Harga BBM di Indonesia sejak Bung Karno hingga Kini, Era Soeharto Paling Sering
Moh. Habib Asyhad April 02, 2026 12:34 PM

Umumnya yang membuat pemerintah menaikkan harga BBM adalah ada risiko meningkatnya beban Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) jika keputusan menahan harga BBM terus dilakukan. Inilah sejarah kenaikan harga BBM di Indonesia dari era Bung Karno hingga sekarang.

---

Intisari hadir di whatsapp channel, follow dan dapatkan berita terbaru kami di sini

---

Intisari-Online.com -Sempat beredar isu akan naik seiring dengan memburuknya kondisi di Timur Tengah, nyatanya harga BBM di Indonesia masih sama dengan sebelumnya – yang ada hanya pembatasan kuota. Dikutip dari situs Kementerian Sekretariat Negara RI, pemerintah pastikan tidak ada kenaikan harga BBM pada 1 April 2026.

“Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun yang nonsubsidi,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Selasa, 31 Maret 2026, kemarin. “Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, lebih akurat.”

Dia menambahkan, keputusan tersebut diambil setelah adanya koordinasi antara pemerintah dengan Pertamina serta adanya petunjuk dari Presiden Prabowo Subianto untuk selalu mengedepankan kepentingan rakyat dalam setiap pengambilan keputusan. Mensesneg juga memastikan ketersediaan BBM serta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang.

“Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kita jamin dan harga tidak terjadi penyesuaian,” tutupnya.

Bagaimanapun juga, persoalan harga BBM di Indonesia memang sensitif. Kenaikannya, tak mungkin tidak, akan berpengaruh terhadap harga-harga bahan-bahan dak kebutuhan pokok lainnya. Dari beras hingga transportasi.

Karena itulah, kenaikannya kerap menimbulkan respon yang keras dari masyarakat. Beginilah sejarah kenaikan harga BBM dari zaman Bung Bung hingga Prabowo.

Sebagai informasi, sejak zaman Orde Lama hingga sekarang, hanya Presiden BJ Habibie yang diketahui tidak pernah menaikkan harga BBM – era Prabowo belum termasuk ya karena pemerintahannya baru berjalan setahun setengah.

Sebagaimana dikutip dari Kompas.com, umumnya yang membuat pemerintah menaikkan harga BBM adalah ada risiko meningkatnya beban Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) jika keputusan menahan harga BBM terus dilakukan.

Era Bung Karno

Bung Karno menjadi Presiden RI sejak 18 Agustus 1945 hingga 12 Maret 1967. Selama berkuasa, dia sudah beberapa kali menaikkan harga BBM bersubsidi.

Menurut sejumlah data, Sukarno menaikkan harga BBM sebanyak dua kali, yaitu pada 1965 dan 1966. Kenaikan harga BBM pertama terjadi pada 22 November 1965, ketika harga BBM premium menjadi Rp0,3 dan solar Rp0,2.

Tiga bulan setelahnya, pada 3 Januari 1966, harga BBM premium naik menjadi Rp1,00 dan solar Rp0,80. Lalu pada 27 Januari 1966, harga BBM premium diturunkan menjadi Rp0,5 dan solar menjadi Rp0,4.

Era Soeharto

Soeharto memimpin Indonesia selama kurang lebih 32 tahun. Selama menjabat sebagai presiden sejak 12 Maret 1967 hingga 21 Mei 1998, pria Kemusuk, Bantul, itu diketahui sekitar 21 kali menaikkan harga BBM bersubsidi.

Menurut data yang ada, Presiden Soeharto memang tidak selalu menaikkan harga BBM secara serentak, melainkan untuk satu, dua, atau tiga jenis BBM bersubsidi.

Berikut ini perkembangan harga BBM era Soeharto pada Orde Baru:

Era BJ Habibie

Soeharto lengser pada 21 Mei 1998 dan digantikan oleh BJ Habibie. Tapi BJ Habibie singkat saja memimpin negara ini, sejak 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999. Ketika BJ Habibie memimpin, harga BBM bersubsidi masih sama dengan harga terakhir pada masa pemerintah Soeharto.

Dengan begitu, selama menjabat sebagai presiden, BJ Habibie tidak pernah melakukan kenaikan atau penyesuaian harga BBM bersubsidi.

Era Gus Dur

Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjabat sebagai presiden sejak 20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001. Selama sekitar dua tahun menjabat, Gus Dur tercatat sudah enam kali melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi.

Ini tabelnya:

Era Megawati

Presiden Megawati Soekarnoputri menjabat sejak 23 Juli 2001 hingga 20 Oktober 2004. Selama dia jadi presiden, Megawati sudah 19 kali melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi.

Ini datanya:

Era SBY

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai Presiden RI selama dua periode atau 10 tahun: 20 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2014. Selama memimpin, Presiden SBY diketahui sudah melakukan perubahan harga BBM bersubsidi sebanyak delapan kali.

Berikut data perubahannya:

Era Jokowi

Sama seperti SBY, Joko Widodo (Jokowi) juga dua periode pemimpin Republik Indonesia. Selama jadi Presiden, Jokowi terhitung sudah delapan kali melakukan perubahan harga BBM, sebagai berikut:

Era Prabowo

Presiden Prabowo menjadi sejak 20 Oktober 2024. Total, pemerintahannya berjalan sekitar setahun setengah. Sepanjang 2024 hingga 2025, harga BBM nonsubsidi beberapa kali naik dan turun mengikuti harga minyak dunia, tapi yang subsidi stabil.

Kita belum tahu apa yang akan terjadi pada 2026 ini mengingat ketegangan di Timur Tengah tak kunjung reda.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.