TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mugen Computer Makassar melalui program Mugen Goes to School memberikan edukasi Artificial Intelligence (AI) kepada pelajar SMP-SMA IT Ittihad Makassar Jl Gunung Lokon Kecamatan Makassar, Kamis (2/4/2026).
Agenda ini mendapat sambutan antusias dari para siswa.
Mereka terlihat mengikuti paparan dengan tenang.
Para siswa duduk melantai berbaur satu sama lain.
CMO/PIC Mugen Computer Dragon Rei menjelaskan, program ini merupakan bagian dari kontribusi di dunia pendidikan.
Materi yang dibawakan kali ini berbeda dari sebelumnya yang fokus pada perakitan komputer.
“Sekarang kita bawakan materi tentang dampak positif dan negatif AI, karena memang AI lagi hype saat ini,” kata Rei.
Program berjalan sejak tahun 2025 dan terus berkembang hingga sekarang.
Mugen Computer tercatat telah mengunjungi lebih dari 20 sekolah, baik swasta maupun negeri.
“Ini mungkin sekolah yang ke 23 yang kami datangi,” tambahnya.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada pelajar terkait teknologi, khususnya AI dan perangkat komputer.
Menurut Dragon Rei, masih banyak pelajar yang belum memahami secara mendalam tentang teknologi tersebut.
“Kami ingin ada sumbangsih di dunia pendidikan, agar anak-anak dari yang belum tahu menjadi tahu,” katanya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pelajar tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu menggunakan AI secara bijak dan bertanggung jawab.
Edukasi semacam ini dinilai menjadi langkah penting dalam menyiapkan generasi muda menghadapi era digital yang semakin kompleks.
Dampak Posifit
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP-SMA IT Ittihad Makassar Evy Yanthi menyampaikan ini kali kedua Mugen Goes to School diadakan.
Kata dia, kegiatan berdampak positif bagi siswa.
“Kami sangat bersyukur karena materi yang dibawakan tentang AI ini sangat selaras dengan kurikulum deep learning yang sedang kami terapkan,” ujarnya.
Menurutnya, edukasi AI menjadi penting karena merupakan bagian dari perkembangan teknologi yang harus dipahami sejak dini oleh pelajar.
Selain itu, siswa juga dibekali pemahaman tentang bagaimana menggunakan AI secara sehat dan bijak, termasuk dalam bermedia sosial.
“Anak-anak perlu tahu bagaimana sehat menggunakan AI dan bagaimana bijak dalam bermedia sosial,” tambahnya.
Program ini pun tidak hanya diperuntukkan bagi siswa tertentu, melainkan diikuti oleh seluruh jenjang kelas.
Evy menjelaskan, peserta kegiatan mulai dari kelas 7 (SMP) hingga kelas 12 (SMA) turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Total peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai sekitar 150 siswa.
Dalam proses pembelajaran IT di sekolah, Evy juga mengungkapkan bahwa metode yang digunakan menggabungkan teori dan praktik.
Ia menyebut, sebagian besar pembelajaran dilakukan langsung di laboratorium komputer.
“Sekitar 60 sampai 70 persen praktik dan sisanya teori, jadi langsung seimbang antara teori dan praktik,” ujarnya. (*)