Kisah Pasien Lansia di Manado, Sehari Pascaoperasi Dievakuasi Akibat Gempa Bumi
Yeshinta Sumampouw April 02, 2026 01:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Atmini berbaring di sofa lobby Rumah Sakit Siloam, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026). 

Tangan kanannya masih dipasangi infus. 

Wanita itu tampak lemah. 

Sesaat kemudian, dirinya bangkit dengan perlahan. 

Ia meminta Nia, sang anak, memindahkan bantal kepala ke bagian sofa tempatnya semula menaruh kaki. 

Setelah bantal berpindah, ia berbalik dan kembali merebahkan kepalanya dengan hati-hati. 

Ia tersenyum pada Tribun Manado.

DAMPAK GEMPA SULUT - Suasana lobby RS Siloam Manado yang dipenuhi pasien. Gempa bumi berskala 7,6 skala 
richter menghantam Kota Manado dan sekitarnya, Kamis (2/4/2026). Atmini, satu dari sekian pasien RS Siloam yang dievakuasi saat gempa.
DAMPAK GEMPA SULUT - Suasana lobby RS Siloam Manado yang dipenuhi pasien. Gempa bumi berskala 7,6 skala richter menghantam Kota Manado dan sekitarnya, Kamis (2/4/2026). Atmini, satu dari sekian pasien RS Siloam yang dievakuasi saat gempa. (Tribun Manado/Arthur_Rompis)

Tampak posisi baru itu membuatnya lebih nyaman.

"Kaki saya tak harus tertekuk," kata dia. 

Atmini, satu dari sekian pasien RS Siloam yang dievakuasi saat gempa bumi berskala 7,6 skala richter menghantam Kota Manado dan sekitarnya, Kamis (2/4/2026).

Mereka dievakuasi dari lantai atas menuju lobby rumah sakit. 

Evakuasi lewat tangga darurat berlangsung tegang. 

Teriakan dan doa pasien serta keluarganya bercampur.

Perawat yang juga ketakutan coba menguatkan diri, demi menyelamatkan para pasien.

Tak ada korban. Namun pasien masih trauma. 

Nia, sang anak, mengatakan sang ibu baru kemarin jalani operasi bagian payudara. 

Kondisinya baik. Meski sempat panik.

"Tadi sempat panik, tapi sudah baikan," katanya.

Amatan Tribun Manado, para pasien jalani perawatan di lobby.

Ada yang berbaring di sofa. Ada pula yang tidur di tempat tidur pasien yang ikut diboyong ke sana. 

Beberapa pasien jalani perawatan di kursi roda. Mereka didampingi keluarga dan perawat. 

Dokter rutin melakukan pengecekan kondisi. 

Dari pojok ruangan, denting piano menghibur pasien dengan berbagai lagu, termasuk lagu rohani berjudul "Di Tengah Kesukaran".

Lisa Walandouw selaku head marketing departemen mengatakan, evakuasi berjalan sesuai 
prosedur. 

"Tak ada korban," katanya. 

Menurut dia para pasien jalani perawatan sementara di lobby

Pelayanan di sana berjalan seperti biasa. 

Sebutnya, pasien akan dikembalikan secara bertahap ke lantai atas. 

"Saat ini ada yang sudah balik ke kamar," katanya. (Art)

Baca juga: Gedung Hall B GOR RW Mongisidi Ditutup Sementara dari Aktivitas Latihan Olahraga

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.