WARTAKOTALIVE.COM, Maluku Utara — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Laut Maluku pada Kamis (2/4) pagi menimbulkan dampak serius di sejumlah daerah di Sulawesi Utara, terutama di Manado.
Selain menyebabkan kepanikan warga, peristiwa ini juga mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.
Berdasarkan informasi dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Sulawesi Utara, dua warga dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Juru Bicara Basarnas Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng, menjelaskan bahwa satu orang meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa terjadi.
Korban telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit setempat untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, satu korban lainnya mengalami patah kaki. Insiden tersebut terjadi ketika korban berusaha menyelamatkan diri dengan melompat dari sebuah toko saat guncangan kuat dirasakan.
Kepanikan yang melanda warga membuat banyak orang berusaha keluar dari bangunan secara cepat tanpa mempertimbangkan risiko keselamatan.
Gempa yang berpusat di wilayah Laut Maluku tersebut terjadi sekitar pukul 06.48 WITA dan dirasakan cukup kuat di Manado serta sejumlah wilayah sekitarnya.
Getaran yang berlangsung beberapa detik itu membuat warga berhamburan keluar rumah dan bangunan untuk mencari tempat aman.
Hingga saat ini, tim Basarnas bersama instansi terkait masih terus melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan untuk memastikan kemungkinan adanya korban tambahan maupun kerusakan bangunan.
Proses evakuasi dan penanganan darurat juga terus dilakukan, terutama di titik-titik yang dilaporkan mengalami dampak signifikan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan petugas di lapangan.
Selain itu, warga diminta untuk menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya aktivitas seismik di kawasan Indonesia yang berada di jalur cincin api Pasifik, sehingga kesiapsiagaan terhadap bencana menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.