TRIBUNMANADO.CO.ID - Anggota DPRD Sulut Billy Lombok satu dari keluarga pasien RS Siloam yang jalani evakuasi dari lantai atas ke lobby saat gempa bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter mengguncang kota Manado, provinsi Sulut, Kamis (2/4/2026).
Billy tengah menjaga sang ayah profesor Jan Lombok yang tengah jalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Ditemui di lobby rumah sakit, Billy terlihat agak santai.
Sang ayah tengah duduk di kursi roda.
Baca juga: Kisah Pasien Lansia di Manado, Sehari Pascaoperasi Dievakuasi Akibat Gempa Bumi
Tadinya tak demikian. Saat gempa terjadi, Billy mengaku panik.
"Tadi sempat panik," katanya.
Ia bercerita, gempa terjadi sekira pukul 06.00 Wita.
Gempa diikuti teriakan serta bunyi seperti dinding pecah.
Jawab Sang ayah lirih.
"Ia minta berdoa dan berpelukan," kata dia.
Tak lama kemudian datang perawat dan security.
Mereka menuntun evakuasi ke lantai bawah.
"Ada yang lewat tangga, ada pula lewat lift, karena listrik waktu itu belum mati," kata dia.
Ia memuji para perawat dan security.
Mereka sangat tenang serta terpola dalam melakukan evakuasi.
"Meski saya tahu mereka waktu itu juga ketakutan, bahkan security sempat menawarkan diri untuk membopong ayah saya," kata dia.
Setiba di bawah, kepanikan tak usai. Malah kian menjadi. "Saat itu saling telepon tanyakan kabar dan lainnya," katanya.
Sang ayah, kata dia, sempat minta berjalan. Tapi ia diberi kursi roda.
Billy mengapresiasi kesiagaan pihak rumah sakit dalam melakukan evakuasi.
"Mereka bekerja dengan sigap, meski dalam evakuasi, pelayanan tetap seperti biasa," katanya.
Rumah Sakit Siloam, Manado, Sulut, Kamis (2/4/2026).
Tangan kanannya masih dipasangi infus.
Wanita itu tampak lemah.
Sesaat kemudian, dirinya bangkit dengan perlahan.
Ia meminta Nia sang anak memindahkan bantal kepala ke bagian sofa tempatnya semula menaruh kaki.
Setelah bantal berpindah, ia berbalik dan kembali merebahkan kepalanya dengan hati - hati.
Ia tersenyum pada Tribun manado.
Tampak posisi baru itu membuatnya lebih nyaman. "Kaki saya tak harus tertekuk," kata dia.
Atmini satu dari sekian pasien RS Siloam yang dievakuasi saat gempa bumi berskala 7,6 skala richter menghantam kota Manado dan sekitarnya, Kamis (2/4/2026).
Mereka dievakuasi dari lantai atas menuju lobby rumah sakit.
Evakuasi lewat tangga darurat berlangsung tegang.
Teriakan dan doa pasien dan keluarganya bercampur.
Perawat yang juga ketakutan coba menguatkan diri, demi menyelamatkan para pasien.
Tak ada korban.
Namun pasien masih trauma.
Nia sang anak mengatakan, sang ibu baru kemarin jalani operasi bagian payudara.
Kondisinya baik.
Meski sempat panik.
"Tadi sempat panik, tapi sudah baikan," katanya.
Amatan Tribun manado, para pasien jalani perawatan di lobby.
Ada yang berbaring di sofa.
Ada pula yang tidur di tempat tidur pasien yang ikut diboyong ke sana.
Beberapa pasien jalani perawatan di kursi roda.
Mereka didampingi keluarga dan perawat.
Dokter rutin melakukan pengecekan kondisi.
Dari pojok ruangan, denting piano menghibur pasien dengan berbagai lagu, termasuk lagu rohani berjudul "Di Tengah Kesukaran".
Lisa Walandouw selaku head marketing departemen mengatakan, evakuasi berjalan sesuai prosedur.
"Tak ada korban," katanya.
Menurut dia. para pasien jalani perawatan sementara di lobby.
Pelayanan disana berjalan seperti biasa.
Sebutnya pasien akan dikembalikan secara bertahap ke lantai atas.
"Saat ini ada yang sudah balik ke kamar," katanya. (Art)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini