BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Di balik statusnya sebagai wakil Kabupaten Tanahlaut (Tala) pada Lomba Sekolah Sehat tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2026, SMPN 1 Kurau ternyata punya 'jurus' andalan.
Bukan sekadar slogan, inovasi bertajuk Sehati Kurau menjadi budaya yang hidup di lingkungan sekolah.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan UPTD SMPN 1 Kurau Norhatikah mengungkapkan, berbagai inovasi tersebut telah dijalankan secara konsisten dan menjadi kebiasaan siswa sehari-hari.
“Ini bukan program sesaat. Kami mulai sejak ikut lomba tingkat kabupaten, dan sekarang sudah menjadi budaya hidup sehat di sekolah,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Norhatikah menjelaskan, inovasi pertama yang diterapkan adalah kebiasaan minum air putih tanpa pemanis buatan. Siswa dibiasakan menjaga asupan cairan sehat setiap hari.
Baca juga: Kala Bupati Tanahlaut Blusukan ke SMPN 1 Kurau, Siswa Berharap Dapat MBG
Baca juga: Petani Jagung Gunungraja Tanahlaut Resah, Hama Ulat Mengganas dan Tak Mempan Disemprot Insektisida
Tak hanya itu, pemeriksaan kebersihan diri juga dilakukan rutin. Setiap pekan, wali kelas mengecek rambut dan kuku siswa sebagai bagian dari pengawasan kebersihan personal.
“Kami ingin memastikan anak-anak terbiasa hidup bersih, mulai dari hal kecil,” tandas pembina OSIS dan UKS ini.
Program unggulan lainnya adalah gerakan membawa bekal sehat dan tumbler. Selain mendukung pola makan bergizi, langkah ini juga efektif mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah.
Di sisi lain, kantin sekolah turut dikontrol agar hanya menyediakan makanan sehat, seperti susu, air mineral, jus, serta jajanan tradisional.
Meski demikian, siswa tetap diperbolehkan jajan di lingkungan sekolah dengan pengawasan ketat terhadap jenis makanan yang dijual.
Tak berhenti di kebiasaan individu, SMPN 1 Kurau juga memperkuat peran siswa melalui kader kesehatan remaja atau bisa disebut 'dokter kecil.'
Mereka berfungsi sebagai agen perubahan yang mengedukasi teman sebaya tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Pendekatan ini dinilai efektif karena pesan kesehatan lebih mudah diterima antar siswa.
Upaya menciptakan sekolah sehat juga diperkuat melalui gerakan Jumat Bersih, pengelolaan sampah organik dan non-organik, hingga penataan taman dan apotek hidup.
Sekolah juga aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dinas terkait, puskesmas, hingga masyarakat sekitar.
Dengan jumlah 191 siswa, SMPN 1 Kurau kini semakin percaya diri menghadapi penilaian di tingkat provinsi. Apalagi pada Rabu kemarin Bupati H Rahmat Trianto didampingi Kadisdikbud Tala Myrza Fazrina secara khusus berkunjung dan memberi semangat dan dukungan penuh.
Berbekal pengalaman meraih juara di tingkat kabupaten serta dukungan penuh dari pemerintah daerah, sekolah ini optimistis mampu memberikan hasil terbaik.
“Inovasi ini bukan hanya untuk lomba, tapi untuk masa depan anak-anak. Kami berharap bisa membawa nama Tala lebih dikenal di tingkat provinsi,” tutup Norhatikah.
(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)