100 Tahun Ahmadiyah, Zaki Firdaus Syahid: Kami Punya 53.000 Anggota Seluruh Indonesia
Sudirman April 02, 2026 03:08 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengurus nasional Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) mengunjungi Tribun Timur di Jalan Cendrawasih, Makassar, Kamis (2/4/2026).

Hadir Amir Nasional Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid, Juru Bicara Ahmadiyah Indonesia, Yendra Budiana.

Amir Daerah Ahmadiyah Sulawesi Selatan Ashraf Mahmud, Ketua Media Center Wilayah Lutfi Mutinu, serta Muballigh Daerah Maulana Buldan.

Rombongan JAI disambut Pemimpin Redaksi Tribun Timur Thamzil Thahir, Editor Tribun Timur Alfian.

Mereka mengulas dinamika organisasi, struktur kepengurusan, hingga sikap Ahmadiyah terhadap isu kontemporer, seperti konflik AS-Israel dan Iran.

‎Meski membahas isu serius, suasana tetap cair dengan selingan tawa.

Baca juga: Ahmadiyah Empat Besar Teologi Islam

‎‎Juru Bicara Ahmadiyah, Yendra Budiana, mengatakan kunjungan ini merupakan upaya membangun ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media.

‎Ia menyebut banyak kesalahpahaman terhadap Ahmadiyah terjadi karena kurangnya keterhubungan dan komunikasi.

Kedatangan Amir Nasional ke Makassar bertujuan membangun komunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga organisasi keagamaan.

‎“Selama beberapa hari ini di Makassar, kami mengadakan silaturahmi dengan tokoh lintas agama, profesor, serta tokoh-tokoh ormas Islam lainnya,” ujarnya.

‎Ia berharap ke depan sinergi Ahmadiyah dengan berbagai instansi dapat terjalin semakin kuat.

‎Amir Nasional Ahmadiyah, Zaki Firdaus Syahid, mengungkapkan saat ini terdapat 65 dewan pengurus wilayah dan 400 dewan pengurus cabang Ahmadiyah di Indonesia.

‎Struktur tersebut mengelola sekitar 53.000 anggota Ahmadiyah di seluruh Indonesia.

‎“Kalau di Sulsel sendiri, kami bagi tiga wilayah dengan jumlah cabang lebih dari dua puluh,” katanya.

‎Ia juga menyebut Ahmadiyah di Indonesia telah berusia 100 tahun sejak pertama kali berdiri pada 25 Desember 1925.

‎Cabang pertama berdiri di Tapaktuan, yang kini masuk wilayah Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh.

‎Dalam rangka peringatan 100 tahun tersebut, Ahmadiyah berkomitmen berkontribusi dalam pembangunan Indonesia di berbagai bidang, terutama kesehatan dan pendidikan.

‎Di bidang kesehatan, Ahmadiyah membangun rumah sehat sebagai fasilitas layanan masyarakat yang terbuka untuk umum, dengan dua jenis layanan, yakni medis konvensional dan alternatif.

‎“Masyarakat yang ingin berobat silakan datang ke cabang kami terdekat,” ujarnya.

‎Sementara di bidang pendidikan, Ahmadiyah membangun rumah belajar.

Saat ini, sebanyak 46 unit telah terbangun dari target 100.

‎“Baru-baru ini juga diresmikan sekolah kami yang dihadiri Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti,” katanya.

‎Sekolah  terbuka untuk umum dan diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat.

‎“Ada juga nonmuslim yang mendaftar dan belajar di sekolah kami,” ujarnya.

‎Menurutnya, Ahmadiyah tidak menitikberatkan dakwah, melainkan fokus pada penyebaran kebaikan.

‎“Karena kebaikan tidak melihat latar belakang,” ucapnya.

Pemimpin Redaksi Tribun Timur, Nur Thamzil Thahir, mengatakan Tribun Timur sebagai bagian dari Kompas Media memegang teguh nilai-nilai keindonesiaan.

‎Ia menegaskan Tribun Timur terbuka bagi siapa pun sebagai saluran penyampaian informasi kepada masyarakat.

‎“Kami menjaga nilai-nilai keindonesiaan sebagai pesan Bapak Jakob Oetama,” ujarnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.