TRIBUNJAMBI.COM - Peristiwa dua remaja yang disiram air oleh warga setelah kedapatan tidur berpelukan di musala kawasan Pantai Logending, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, viral di media sosial.
Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB dan langsung menyita perhatian publik setelah videonya beredar luas.
Warga Curiga Motor Terparkir
Peristiwa ini bermula dari kecurigaan warga yang melihat sepeda motor terparkir di depan musala.
Seorang warga setempat, Darmono, mengaku merasa ada yang tidak biasa karena lokasi tersebut kerap dijadikan tempat berkumpul anak muda.
"Saya penasaran, saya cek masuk, ternyata di situ ada tiga anak. Laki-laki dua, cewek satu."
"Yang satu tidur menghadap ke barat, membelakangi yang dua, yang satu cewek, satu cowok, tidur berpelukan," katanya, Rabu, dikutip dari Tribun Banyumas.
Menindaklanjuti temuan tersebut, warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada petugas, termasuk aparat dari kepolisian perairan dan TNI AL.
Baca juga: Sosok Umar Hadi, Dubes RI yang Sindir Keras ke Israel: 3 Prajurit TNI Gugur Tak Perlu Alasan
Baca juga: Kok Bisa Cen Sui Lan, Bupati Natuna Punya Harta Melejit dari Rp1 M Jadi Rp293 M dalam Setahun
Disiram Air dan Dihukum Bersih-bersih
Warga bersama petugas dari Polairud serta TNI Angkatan Laut kemudian membangunkan para remaja dengan cara menyiram air.
Setelah itu, ketiganya diminta untuk membersihkan musala sebagai bentuk tanggung jawab atas perbuatan mereka.
Usai diberikan pembinaan, para remaja tersebut kemudian dibawa ke kantor polisi untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Ayah, AKP Diyono, membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Baru diadakan klarifikasi," terangnya.
Ia juga menyebut peristiwa ini menjadi pengingat bagi para orangtua agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anak, khususnya di usia remaja.
Kasus Lain: Remaja Pura-pura Diculik di Sinjai
Sementara itu, kasus lain yang melibatkan remaja juga terjadi di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Seorang pelajar berinisial FF (14) dilaporkan hilang oleh keluarganya setelah meninggalkan rumah neneknya pada Senin (23/3/2026).
FF berpamitan untuk menemui temannya di wilayah Bontopale, namun tak kunjung sampai ke tujuan hingga malam hari.
Keluarga sempat panik setelah menerima pesan WhatsApp dari nomor milik FF yang menyebut dirinya bersama seseorang dan meminta uang tebusan sebesar Rp5 juta.
Kasi Humas Polres Sinjai, Agus Santoso, membenarkan kejadian tersebut.
“Pencarian dilakukan hingga ke wilayah Kabupaten Bulukumba,” kata Agus, Selasa (24/3/2026).
Setelah dilakukan pencarian, FF akhirnya ditemukan di wilayah Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, sekitar pukul 13.20 WITA.
Saat ditemukan, kondisi FF dilaporkan mengalami sesak napas dan langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa peristiwa penculikan tersebut hanyalah rekayasa.
FF bersama rekannya berinisial ER sengaja menyusun skenario agar terlihat seperti korban penculikan.
“FF mengaku takut dimarahi keluarga karena pulang larut,” ujar Agus.
Polisi memastikan tidak ada unsur penculikan dalam kasus ini dan seluruh kejadian merupakan sandiwara yang dibuat oleh kedua remaja tersebut.