Syarat Daftar Ulang Calon Mahasiswa Jalur SNBP 2026, Simak Waktu Ditetapkan
M.Risman Noor April 02, 2026 06:46 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bagi yang lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 diingatkan untuk tidak ikut lagi UTBK-SNBT atau Jalur Mandiri.

Hal ini tak lepas untuk memberikan kesempatan kepada calon peserta lain lewat jalur UTBK-SNBT atau Jalur Mandiri.

SNBP diketahui merupakan salah satu jalur masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tanpa tes yang menilai siswa berdasarkan prestasi akademik dan nonakademik selama di sekolah. 

Jalur ini menjadi kesempatan emas bagi siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa harus mengikuti ujian tertulis.

Baca juga: Rektor Uniska Resmi Jadi Guru Besar, Kampus Siapkan Insentif hingga Rp100 Juta untuk Calon Profesor

Baca juga: Kebakaran di Babirik Hulu Kabupaten HSU Ludeskan 3 Rumah, Api Diduga Akibat Korsleting Listrik

Pengumuman hasil SNBP 2026 telah dirilis pada Selasa, 31 Maret 2026 melalui laman resmi SNPMB di https://pengumuman-snbp.snpmb.id/ serta sejumlah link mirror yang disediakan. 

Peserta dapat langsung mengecek status kelulusan dengan memasukkan data yang diminta.

Bagi peserta yang dinyatakan lulus, tampilan layar didominasi warna biru dengan pesan ucapan selamat yang menandakan berhasil lolos seleksi. 

Secara keseluruhan, sebanyak 155.543 peserta dinyatakan lolos melalui jalur SNBP 2026.

Apakah Lolos SNBP Masih Bisa Ikut UTBK-SNBT atau Jalur Mandiri?

Pertanyaan ini sering muncul di kalangan peserta yang telah dinyatakan lulus. 

Berdasarkan ketentuan resmi yang disampaikan oleh Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026 Eduart Wolok, peserta yang sudah lolos SNBP 2026 tidak diperbolehkan mengikuti jalur seleksi lain.

Artinya, peserta yang dinyatakan lulus SNBP 2026 tidak dapat mendaftar:

Baca juga: Akui Terima Surat Edaran Kemendagri, Ini Alasan Pemkab Banjar Belum Terapkan WFH


"Ingat kalau sudah lulus SNBP itu tidak boleh lagi ikut SNBT maupun mandiri," kata Eduart Wolok dalam Konferensi Pers Pengumuman SNBP dan KIP-K Jalur SNBP 2026 di kanal YouTube SNPMB ID.

Aturan ini dibuat untuk memberikan kesempatan yang adil bagi peserta lain serta memastikan bahwa kursi yang telah diterima melalui jalur prestasi benar-benar dimanfaatkan.

Imbauan untuk Peserta yang Lolos SNBP 2026

Peserta yang telah dinyatakan lulus diimbau untuk segera melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu verifikasi data akademik dan registrasi ulang di PTN tujuan masing-masing.

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • Rapor asli
  • Dokumen prestasi asli
  • Ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL)
  • Dokumen tambahan sesuai ketentuan kampus

Bagi peserta yang mendaftar program bantuan pendidikan seperti KIP Kuliah, proses verifikasi tidak hanya mencakup data akademik, tetapi juga kondisi ekonomi. 

Verifikasi ini dapat dilakukan melalui pengecekan dokumen hingga survei langsung ke tempat tinggal.

Wajib Daftar Ulang dan Tahapan yang Harus Dilalui

Bagi peserta yang dinyatakan lolos SNBP 2026, ada satu hal penting yang tidak boleh diabaikan, yaitu melakukan daftar ulang (registrasi) di kampus tujuan. 

Proses ini bersifat wajib.

1. Wajib Melakukan Daftar Ulang

Seluruh peserta yang lulus SNBP 2026 wajib melakukan registrasi ulang di perguruan tinggi yang menerima mereka. 

Jika tidak melakukan daftar ulang sesuai ketentuan, maka peserta akan dianggap mengundurkan diri atau kehilangan hak kelulusan.

Proses ini dilakukan secara online melalui situs resmi masing-masing PTN.

Sehingga peserta yang dinyatakan lolos seleksi SNBP 2026 dapat segera mengecek ketentuan daftar ulang di laman PTN yang dituju.

2. Jadwal Daftar Ulang

Jadwal registrasi ulang biasanya dimulai pada awal April, sekitar tanggal 2 hingga 10 April 2026, setelah pengumuman hasil SNBP.


Namun, penting untuk diketahui bahwa setiap kampus memiliki jadwal yang berbeda. 

Oleh karena itu, peserta harus aktif mengecek informasi resmi dari PTN tujuan agar tidak tertinggal.

Baca juga: Disemprot Tak Mempan, Ulat Grayak di Gunungraja Tanahlut Kini Ditangani Langsung Distanhorbun

3. Dokumen yang Harus Disiapkan

Dalam proses daftar ulang, peserta perlu menyiapkan sejumlah dokumen penting, di antaranya:

  • Kartu peserta SNBP 2026
  • KTP atau kartu pelajar
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL)
  • Rapor (asli atau legalisir)

Selain itu, beberapa kampus juga dapat meminta dokumen tambahan seperti:

Data penghasilan orang tua (slip gaji atau surat keterangan)

NPWP orang tua

Formulir UKT (penentuan biaya kuliah)

4. Pengisian Data dan Verifikasi

Saat melakukan daftar ulang, peserta biasanya diminta untuk:

Mengisi biodata lengkap

Mengunggah dokumen yang dibutuhkan

Mengisi data ekonomi keluarga (untuk penentuan UKT)

Menandatangani atau mengisi surat pernyataan

Baca juga: Jelang Kamis Putih, Kepala Gereja Katedral Banjarmasin: Perdamaian Tak Lahir dari Perang


5. Penetapan dan Pembayaran UKT

Setelah semua data diverifikasi, pihak kampus akan menetapkan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) berdasarkan kondisi ekonomi yang dilaporkan.

Selanjutnya, peserta harus:

Melakukan konfirmasi atau persetujuan UKT
Membayar UKT sesuai jadwal yang telah ditentukan

ULM Terima 1.904 Mahasiswa

Minat terhadap program studi (prodi) di bidang ekonomi dan kesehatan masih mendominasi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Sebaliknya, ada beberapa prodi yang belum terisi penuh hingga menyisakan 20 kursi.

Hasil seleksi diumumkan sejak Selasa (31/3) pukul 15.00 WIB melalui laman resmi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).

Dari total daya tampung 1.924 kursi, ULM menerima 1.904 mahasiswa baru. Sebanyak 611 di antaranya merupakan peserta dari jalur Kartu Indonesia Pintar (KIP)-Kuliah.

Ada pun jumlah pendaftar SNBP mencapai 12.033. Dari jumlah tersebut, 3.577 merupakan pendaftar KIP-Kuliah. Dari seluruh pendaftar, 10.029 memilih ULM sebagai pilihan pertama, dan 6.724 sebagai pilihan kedua.

Wakil Rektor Bidang Akademik ULM, Iwan Aflanie menyebut, tingkat keketatan prodi dipengaruhi langsung oleh perbandingan antara jumlah pendaftar dan kuota yang tersedia.

Baca juga: Harga Emas Perhiasan 999 di Martapura Kalsel Kamis 2 April 2026, Kompak dengan Antam Merangkak Naik

“Kalau pendaftarnya banyak, sedangkan kuota yang tersedia tidak banyak, maka tingkat keketatannya tinggi,” ujarnya, Rabu (1/4).

Pada pelaksanaan SNBP 2026, program studi S1 Farmasi tercatat sebagai yang paling ketat dengan rasio 1:38.

Persaingan juga terlihat pada prodi lain di bidang kesehatan seperti Keperawatan (1:33), Kesehatan Masyarakat (1:32), serta Kedokteran (1:26).

Ilmu Komputer juga masuk dalam kelompok prodi dengan tingkat keketatan tinggi dengan rasio 1:30.

Di sisi lain, dari segi jumlah peminat, program studi Manajemen menjadi yang paling diminati dengan 1.100 pendaftar.

Disusul Akuntansi dengan 870 pendaftar, Kesehatan Masyarakat 822 pendaftar, Keperawatan 811 pendaftar, dan Kedokteran 780 pendaftar.

Secara umum, peminat masih terkonsentrasi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.

Meski persaingan berlangsung ketat di sejumlah program studi, tidak seluruh daya tampung terisi.

Sebanyak 20 kursi tersisa karena masih ada beberapa program studi yang belum terpenuhi kuotanya.

“Kekosongan itu karena masih ada beberapa prodi yang tidak terisi secara utuh. Nanti dialokasikan untuk Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT ),” kata Iwan.

Sebelumnya, dalam skema penerimaan mahasiswa baru 2026 yang ditetapkan SNPMB, ULM menyediakan daya tampung 3.291 kursi untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan 1.786 kursi untuk seleksi mandiri.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kalsel 3 April 2026, Banjarmasin dan Banjarbaru Dilanda Hujan Ringan

Bagi peserta yang dinyatakan lolos SNBP 2026, diwajibkan melanjutkan ke tahap daftar ulang. Proses ini meliputi pengisian formulir Uang Kuliah Tunggal (UKT), pendaftaran dan pelaksanaan tes kesehatan serta Napza, hingga registrasi ulang yang dijadwalkan berlangsung pada 13-16 April 2026.

ULM mengimbau peserta yang telah diterima untuk segera menyelesaikan seluruh tahapan tersebut sesuai jadwal yang ditentukan.         

Kepala SMAN 7 Arjudin menjelaskan tren kelulusan siswa-siswinya selalu mengalami kenaikan setiap tahun. Dari 2023 hingga 2025 meloloskan sekitar 35-40 persen peserta didik. Dari 2025 ke 2026 ada kenaikan kisaran 30 persen yakni dari 70 siswa menjadi 97 siswa. Angka ini masih berpeluang bertambah jika masih ada siswa yang melaporkan kelulusannya.

Untuk pendaftaran SNBP, SMAN 7 mendapatkan kuota sekitar 170 siswa atau sekitar 40 persen dari total siswa kelas 12, yang berjumlah 400. "Mereka memenuhi syarat untuk seleksi SNBP, tapi belum tentu semuanya lulus karena ada seleksi lagi," jelasnya.

Selain ULM dan Poliban, data terbaru menunjukkan SMAN 7 meloloskan siswanya ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan kampus ternama lainnya yakni Universitas Indonesia dua orang, Universitas Airlangga satu orang, Universitas Brawijaya satu orang, Universitas Negeri Malang dua orang, Institut Pertanian Bogor satu orang, Institut Seni Indonesia Denpasar satu orang, dan Politekni Perkapalan Negeri Surabaya satu orang.

Terkait jurusan, Kedokteran masih menjadi favorit siswa-siswi SMAN 7, disusul jurusan lain ada Teknik, Kesehatan, Informatika, dan lainnya.

Di SMAN 2, ada 74 siswa yang sudah melaporkan kelulusan SNBP. Jumlahnya kemungkinan masih bisa bertambah. Wakasek Bidang Kesiswaan, Akhmad Samadi menjelaskan tahun 2025  ada 103 siswa 2 yang diterima lewat jalur SNBP.

Mayoritas diterima di ULM dan Poliban. Selain kampus lokal, ada pula yang diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga, UPN Veteran Jatim.

Sementara itu, SMAN 1 Banjarmasin meloloskan 100 siswanya melalui jalur SNBP ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lokal maupun luar pulau.

Sama halnya dengan sekolah lainnya, ULM menjadi pilihan terbanyak SMAN 1 yang lolos jalur SNBP, kampus lokal lainnya ada Poliban.

Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama di Pulau Jawa pun bisa tembus, di antaranya Universitas Brawijaya tiga orang, Universita Indonesia dua orang, Universitas Airlangga satu orang, Universitas Negeri Yogyakarta satu orang, dan satu orang di Universitas Palangkaraya.

Kepala SMAN 1, Fery Setyawan Amadhy menjelaskan untuk jurusan Kedokteran sekolahnya meloloskan enam siswa di ULM, satu orang di Universitas Palangkaraya, sedangkan kedokteran gigi dua murid lolos di ULM.

Ia memaparkan nilai-nilai siswa tersebut sudah terlihat sejak kelas 10 menunjukkan tren positif hingga kelas 12 atau semester 5, sebab itu terdapat 149 siswa yang eligible, namun yang lolos SNBP 100 orang.

"Sampai saat ini 100 dari 149 artinya sekitar 76 persen dari kuota, ada kenaikan sebesar 7 persen dari tahun lalu 61 persen meskipun ini masih berjalan. Jadi 2/3 siswa kami sudah masuk SNBP," jelasnya. 

(Tribunnews.com/ banjarmasinpost.co.id)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.