Curhat Jukir Alfamart Purwokerto: Khawatir Menganggur Jika Parkir Digratiskan Seperti Indomaret
Rustam Aji April 02, 2026 07:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO – Bayang-bayang pengangguran kini menghantui para juru parkir (jukir) yang bertugas di gerai-gerai Alfamart wilayah Kabupaten Banyumas.

Para pekerja sektor informal ini merasa resah menyusul adanya wacana perubahan kebijakan pengelolaan parkir yang berpotensi mengikuti langkah kompetitor, Indomaret, yang telah membebaskan biaya parkir bagi konsumennya.

Lidiarto (41), seorang juru parkir resmi di Alfamart Jalan Bank Purwokerto, mengungkapkan kekhawatirannya jika kebijakan parkir gratis benar-benar diterapkan secara menyeluruh.

Baginya, pekerjaan yang telah ia lakoni selama delapan tahun ini adalah satu-satunya tumpuan ekonomi keluarga.

"Saya sudah tahu kalau di Indomaret sekarang tanpa juru parkir. Kami di Alfamart masih resmi, ada id card dari Dishub. Harapannya, Alfamart tetap memberdayakan warga setempat," ujar Lidiarto saat ditemui di sela kesibukannya menyeberangkan motor pelanggan, Kamis (2/4/2026).

Baca juga: Indomaret di Banyumas Bebas Parkir, tak Ada Lagi yang Bantu Seberangkan Pelanggan

Andalkan Penghasilan Pas-pasan

Lidiarto menjelaskan bahwa sistem pengelolaan parkir di tempatnya bekerja saat ini menggunakan pihak ketiga yang kemudian menyetorkan retribusi kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas.

Dari hasil jerih payahnya, ia mengaku hanya membawa pulang rata-rata Rp 50 ribu per hari setelah dipotong setoran retribusi sebesar Rp 10 ribu per sif.

"Mudah-mudahan jangan (dihapus), ini untuk makan keluarga. Teman saya yang sebelumnya jaga di Indomaret sekarang bingung mau usaha apa lagi," ungkapnya lirih.

Lebih dari Sekadar Parkir: Faktor Keamanan

Selain membantu mengatur lalu lintas, keberadaan jukir lokal diklaim memberikan rasa aman bagi pelanggan.

Suharsono (60), jukir di Alfamart Berkoh Jalan Jenderal Sudirman, menyebutkan bahwa kehadiran mereka efektif menekan angka pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Baca juga: Ogah Terapkan WFH, Mas Aaf Wajibkan ASN Pekalongan Bersepeda atau Jalan Kaki ke Kantor

Terlebih, lokasi gerai yang berada di jalur padat dekat sekolah seperti MTs Negeri dan MAN Purwokerto membuat peran jukir sangat krusial dalam mencegah kecelakaan saat kendaraan keluar-masuk.

"Di sini ada enam orang yang berjaga bergantian, semuanya warga setempat. Jadi ibaratnya ini untuk mengurangi pengangguran. Kami juga lapor ke RT dan RW, jadi keberadaan kami resmi dan diakui lingkungan," tutur Suharsono yang sudah berjaga sejak 2014 tersebut.

Hingga saat ini, para jukir berharap proses lobi antara pihak pengelola dan pemerintah daerah tetap memprioritaskan keberlangsungan nasib masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari lembaran karcis parkir. (fba)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.