TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Komika dan penulis buku Soleh Solihun santai menanggapi kritik yang menyebutnya tak pantas untuk menjadi juri ajang Indonesian Idol.
Soleh mengatakan, alasan menerima tawaran untuk menjadi juri pencarian bakat menyanyi bukan tanpa pertimbangan.
"Begitu ditawarin jadi juri Indonesian Idol, ya udah, gue suka musik," kata Soleh di Taulany tv.
"Ini enggak jauh beda dengan pekerjaan gue selama ini jadi wartawan musik," imbuhnya.
Soleh memang diketahui pernah menjadi wartawan sebelum kemudian beralih profesi dan lebih dikenal sebagai komika.
Ia pernah menjadi editor untuk majalah musik Rolling Stone Indonesia dan jurnalis untuk majalah Trax.
Pengetahuannya soal dunia musik juga tak terbatas pada genre tertentu saja.
"Pada dasarnya ini pekerjaan yang sudah gue kerjakan dari 2004 sebagai wartawan musik, kan menilai, mengkritisi. Kalau dulu jadi wartawan lewat tulisan, ini lewat lisan," jelasnya.
"Menurut gue, perdebatan gue layak atau tidak itu relatif. Menurut orang RCTI gue layak. Dan gue merasa gue layak. Kalau orang menganggap gue tidak layak karena tidak bisa menyanyi, enggak apa-apa, silakan aja," sambungnya.
Santai hadapi kritik
Soleh memilih santai menghadapi banyak kritikan terhadap dirinya.
Termasuk orang-orang yang mempertanyakan kemampuannya di dunia musik.
"Toh yang gue kerjakan, gue cuma ngomentarin," kata Soleh.
"Kasarnya, kalau komentar gue salah, tidak berpengaruh ke hajat hidup orang banyak. Kasarnya gue enggak nilep duit rakyat, tidak membuat kebijakan yang merugikan rakyat, biarin aja. Toh ada empat juri lain yang bisa mengcounter omongan gue," jelasnya kemudian.
Ia kemudian mengatakan, dengan pengetahuan musik yang dimiliki, spektrum penilaiannya juga luas.
Tidak terbatas hanya pada suara.
"Orang ketika manggung bukan cuma dinilai apakah dia bisa menyanyi dengan benar," ucap Soleh.
"Kan satu paket yang namanya penyanyi itu," lanjutnya.
Soleh diketahui menjadi juri Indonesian Idol season 14 bersama Maia Estianty, Bunga Citra Lestari dan Judika.
Sumber: Kompas.com